REMBANG, BULETIN.CO.ID – Di tengah menjamurnya kuliner modern, Bakso Saras 008 tetap berdiri teguh sebagai legenda kuliner rakyat di Kabupaten Rembang. Usaha bakso milik Ngadiran ini telah eksis sejak tahun 1999 dan hingga kini, tahun 2026, masih setia menyajikan bakso murah meriah dengan cita rasa khas yang tak berubah.
Awalnya, Ngadiran berjualan bakso secara keliling menggunakan sepeda ontel. Dari kampung ke kampung, ia menjajakan bakso dengan penuh kesabaran. Kini, setelah lebih dari dua dekade, Bakso Saras 008 telah memiliki tempat mangkal tetap di Jalan KS Tubun, Kampung Baru, Desa Sumberjo, Rembang.
Nama “Saras 008” sendiri terinspirasi dari sinetron pahlawan super Indonesia Saras 008 yang populer di era 1990-an. Serial produksi Indosiar yang tayang perdana pada 1998 hingga 2004 itu menjadi tontonan favorit anak-anak pada masanya, dengan tokoh utama Saraswati yang memerangi Mr. Blek. Nama tersebut akhirnya melekat dan menjadi identitas unik bakso legendaris ini.
Dalam sehari, Ngadiran mampu menghabiskan sekitar 20 kilogram adonan bakso. Ia mulai berjualan sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar 14.30 WIB. Meski harga terus naik di mana-mana, Bakso Saras 008 tetap bertahan dengan harga rakyat. Cukup Rp5.000, pembeli sudah mendapatkan porsi bakso yang terkenal banyak, lengkap dengan irisan gajih sapi yang melimpah.
“Seng penting entuk bati, lancar lan barokah. Ngunu wae, Mas,” ujar Ngadiran dengan senyum sederhana, menegaskan prinsip hidup dan usahanya yang mengutamakan keberkahan.
Siti, salah satu pelanggan setia asal Desa Sumberjo, mengaku sudah sering membeli bakso di tempat tersebut.
“Rasanya enak, porsinya banyak, harganya murah. Saya sudah sering langganan beli bakso di sini, Mas,” ungkapnya.
Dengan cita rasa yang konsisten, harga bersahabat, dan kisah perjuangan yang panjang, Bakso Saras 008 tak sekadar menjadi kuliner, tetapi juga bagian dari cerita dan memori warga Rembang lintas generasi.
Reporter: Ridwan










