Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Suasana haru menyelimuti pemakaman bayi perempuan yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi meninggal dan menggegerkan warga Bondowoso pada 19 Maret 2026 lalu. Di tengah duka dan keheningan, jenazah bayi tak berdosa itu akhirnya dimakamkan di Desa Locare, Kecamatan Curahdami, Sabtu (28/3/2026), setelah melalui serangkaian proses penyelidikan dan autopsi.
Prosesi pemakaman berlangsung sederhana, namun sarat keprihatinan. Sejumlah aparat kepolisian bersama warga turut mengantar kepergian bayi malang tersebut ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Kasat Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, menyampaikan bahwa pemakaman dilakukan setelah tim forensik menyelesaikan autopsi guna mengungkap penyebab kematian bayi. Meski demikian, hingga kini hasil tersebut belum dapat memberikan kesimpulan pasti.
“Jenazah bayi sudah kami makamkan setelah proses autopsi. Kami mohon doa dari masyarakat agar kasus ini segera menemukan titik terang,” ujarnya usai prosesi pemakaman.
Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan adanya gumpalan darah di bagian kepala bayi. Namun, menurut keterangan dokter forensik, kondisi tersebut masih belum bisa dipastikan sebagai akibat tindakan kekerasan.
“Gumpalan darah bisa terjadi dalam proses persalinan, seperti bayi jatuh atau benturan benda tumpul. Kami belum dapat memastikan apakah ada unsur kesengajaan,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas ibu kandung bayi sekaligus memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Pemakaman bayi ini tidak hanya menjadi akhir dari perjalanan singkat hidupnya, tetapi juga meninggalkan luka dan keprihatinan mendalam bagi masyarakat. Di balik tanah yang menutup jasadnya, masih tersimpan misteri yang belum terjawab—menunggu keadilan untuk ditegakkan.(Nang)








