Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Banjir yang melanda Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, mengakibatkan jembatan penghubung antar desa mengalami kerusakan parah hingga tak lagi bisa dilalui kendaraan.
Derasnya arus air menggerus struktur jembatan, terutama di bagian tengah, hingga menyisakan lubang besar yang membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini membuat akses vital warga terputus dan memaksa masyarakat mencari jalur alternatif.
Jembatan tersebut selama ini menjadi urat nadi penghubung tiga jalur penting, yakni Bandilan–Prajekan, Bandilan–Tarum, dan Bandilan–Klekean. Dampaknya langsung terasa pada aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi hasil pertanian yang terhambat.
Menanggapi kondisi itu, Bupati Bondowoso bersama jajaran langsung turun ke lokasi untuk memastikan langkah penanganan cepat dilakukan. Pemerintah daerah pun segera menyiapkan perbaikan sementara agar akses masyarakat bisa kembali digunakan meski terbatas.
”Untuk sementara akan kita tangani darurat agar masih bisa dilalui, walaupun tidak maksimal,” ujar Bupati saat peninjauan.
Pemkab menargetkan penanganan darurat rampung dalam waktu sekitar dua pekan, sehingga konektivitas antar desa dapat kembali berjalan.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa pembangunan ulang jembatan secara permanen. Rencana tersebut akan diupayakan masuk dalam perubahan APBD tahun berjalan, atau dialokasikan pada APBD 2027 jika belum memungkinkan.
”Perbaikan permanen tetap jadi prioritas. Kita dorong masuk perubahan anggaran, atau paling lambat tahun 2027,” tegasnya.
Kerusakan jembatan ini sempat memicu kekhawatiran warga karena berisiko menimbulkan kecelakaan serta memperlambat roda perekonomian. Dengan percepatan penanganan, diharapkan akses antarwilayah di Prajekan segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.(Nang)








