Scroll untuk baca artikel
NewsPeristiwa

Dokter Ungkap Dugaan Kekerasan terhadap Perawat, Manajemen RSUD Koesnadi Bondowoso Disebut Berupaya Memaksa Korban Berdamai

×

Dokter Ungkap Dugaan Kekerasan terhadap Perawat, Manajemen RSUD Koesnadi Bondowoso Disebut Berupaya Memaksa Korban Berdamai

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video dugaan pemukulan perawat RSUD dr. Koesnadi Bondowoso oleh keluarga pasien yang viral di media sosial.

Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Sebuah video yang mengungkap dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang perawat di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso menjadi perhatian publik setelah diunggah oleh dokter spesialis RSUD, Yusdeni Lanasakti, melalui akun media sosialnya, Senin (8/6/2026).

‎Perawat yang disebut dalam video tersebut berinisial AP dan bertugas di Ruang Dahlia. Dugaan pemukulan itu disebut berawal dari keluhan keluarga pasien terkait pelayanan medis yang terjadi pada akhir Mei lalu.

‎Dalam keterangannya, Yusdeni menjelaskan bahwa pada 30 Mei 2026 dirinya menerima pesan WhatsApp dari kakak seorang pasien perempuan berusia 18 tahun yang sedang menjalani perawatan akibat kecelakaan.

‎Keluarga pasien mengeluhkan infus yang terlepas dan proses pemasangan ulang yang dianggap sulit.

‎Menindaklanjuti keluhan tersebut, Yusdeni mengaku langsung menyampaikan persoalan itu kepada kepala ruangan agar dapat ditangani sesuai prosedur.

‎”Saya sampaikan pada kepala ruangan,” ujar Yusdeni dalam video yang diunggahnya.

‎Namun, sekitar sepekan kemudian, ia baru mengetahui bahwa persoalan tersebut berkembang menjadi konflik yang lebih serius.

‎Menurut informasi yang diterimanya, ayah pasien sempat datang ke rumah sakit dalam keadaan emosi dan mengancam akan menemui perawat yang bersangkutan setelah pasien pulang.

‎Ancaman tersebut diduga berlanjut di area parkir rumah sakit. Saat itu, korban yang berusaha menghindari konfrontasi dengan mengarahkan kendaraannya ke halaman rumah sakit justru dikejar oleh ayah pasien. Ketika keduanya bertemu, korban diduga langsung menerima dua kali pukulan sebelum akhirnya dilerai oleh orang lain yang berada di lokasi.

‎Pasca kejadian, korban bersama sejumlah rekan perawat melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Bondowoso dan menjalani pemeriksaan medis.

“Disertai visum ya,” kata Yusdeni.

‎Yusdeni menegaskan bahwa setiap keluhan terhadap tenaga kesehatan memiliki mekanisme penyelesaian yang telah diatur, baik melalui jalur etik maupun disiplin profesi. Karena itu, ia menilai tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Tapi itu bukan lagi hal yang dibenarkan. Kalau keluarga pasien atau siapa pun itu memukul atau melakukan kekerasan terhadap nakes,” tegasnya.

‎Ia juga mengaku prihatin karena kasus tersebut tidak segera mencuat ke publik. Menurutnya, terdapat upaya untuk meredam persoalan agar tidak berkembang lebih luas.

‎”Supaya tak muncul ke permukaan. Karena ternyata dari pihak manajemen kita sendiri berusaha meredam kasus ini, dengan tujuan supaya tak merembet ke mana-mana,” ujarnya.

‎Hal lain yang membuatnya semakin prihatin adalah informasi bahwa korban diduga diminta membuat surat pernyataan yang berisi permintaan maaf kepada rumah sakit serta kepada ayah pasien yang disebut sebagai terduga pelaku pemukulan.

‎”Ini yang sangat mengusik nurani ya,” ungkapnya.

‎Menurut Yusdeni, posisi korban semakin sulit karena masih berstatus tenaga kontrak. Ia menyebut korban berada dalam tekanan untuk berdamai dan mencabut laporan yang telah dibuat di kepolisian.

‎Sebelumnya, DPD PPNI Bondowoso juga sempat mengunggah flyer dukungan bertuliskan “DPD PPNI Bondowoso mengecam kekerasan kepada perawat” pada 5 Juni 2026.

‎Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur RSUD dr. Koesnadi, Moh Jasin, belum memberikan keterangan terkait kasus tersebut dengan alasan sedang kurang sehat. Di sisi lain, Tim Hukum RSUD dr. Koesnadi, Gigih B. Soepranoto, menyatakan belum dapat memberikan komentar karena menurut informasi yang diterimanya kedua belah pihak telah saling memaafkan.(Nang)


**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130