Pamekasan, BULETIN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh dapur penyalur SPPG Yayasan Bintang Cahaya, Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan menuai kritik dari guru dan wali siswa. Menu makanan yang disajikan dinilai jauh dari standar pemenuhan gizi anak sekolah dan terkesan asal-asalan.
Pantauan pada Jumat (23/10/2026) menunjukkan paket makanan yang dibagikan hanya berupa roti tawar instan yang dimodifikasi secara sederhana, ditambah buah dan susu. Kondisi ini memicu kekhawatiran dari pihak sekolah mengenai efektivitas program dalam menunjang kesehatan siswa.
“Letak gizinya dimana kalau menunya seperti ini, cuma roti tawar biasa dibentuk bulat dan ditaburi suwir ayam, terus ada satu iris tomat dan timun, jeruk satu buah, dan susu,” jelas salah satu guru di Pamekasan yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi di sekolah.
Keluhan serupa juga datang dari para orang tua murid. Mereka mengaku kecewa karena kualitas makanan yang tidak mengalami peningkatan signifikan dari hari ke hari, padahal program ini sangat dinantikan untuk perbaikan gizi anak-anak mereka.
“MBG setiap hari Jum’at seperti itu menunya, bahkan setiap harinya juga seperti main-main,” ungkap salah satu wali siswa dengan nada kecewa kepada media ini pada Jumat (23/10/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur penyalur SPPG Yayasan Bintang Cahaya belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan kualitas menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar kecukupan gizi tersebut dan dihubungi via WhatsApp tidak merespon.














