Pamekasan, BULETIN.CO.ID – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pamekasan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum pengecer di toko kelontong untuk meraup keuntungan dengan menjual Pertalite eceran seharga Rp12.000 per botol “Topi Miring” secara sembunyi-sembunyi menggunakan modus lansir.
Pantauan di lapangan pada Jumat (23/10/2026), antrean kendaraan tidak terlihat di SPBU Asri Perempatan Kangenan, Jalan Trunojoyo, Taman, Laden, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.
SPBU tersebut terpaksa menghentikan pelayanan karena stok BBM dalam kondisi kosong total dan sedang menunggu proses pengisian ulang dari truk tangki Pertamina.
“Kosong semuanya mas, lagi ngetap tu tangkinya,” ujar petugas SPBU yang sedang berjaga di lokasi saat dikonfirmasi mengenai kekosongan stok tersebut.
Ironisnya, di saat SPBU resmi kehabisan stok, BBM jenis Pertalite justru melimpah dan siap sedia di sejumlah toko kelontong sekitar dengan harga Rp12.000 per botol kaca ukuran “Topi Miring”.
Salah seorang penjual bensin eceran mengaku mendapatkan pasokan dengan cara melangsir menggunakan sepeda motor secara berulang kali.
“Beli di Pon bensin dengan cara menggunakan motor, besoknya balik lagi dan diisi lagi,” jelasnya saat ditanya ketika sedang melayani warga yang mengisi bensin Pertalite secara sembunyi.
Fenomena ini mengindikasikan adanya praktik pembelian berulang atau lansir yang lolos dari pengawasan. Hal tersebut memicu kelangkaan di SPBU resmi dan memindahkan ketersediaan BBM bersubsidi ke jalur eceran dengan harga yang lebih tinggi dari harga resmi pemerintah.
Warga berharap pihak berwenang segera menertibkan aksi pelangsiran ini agar pasokan di SPBU kembali normal dan stabil.
“Ya semoga pasokan BBM Bersubsidi bisa lancar kembali,” ucap warga yang enggan disebut namanya saat sedang isi bensin eceran.














