Jember, BULETIN.CO.ID – Wakijan (50) Dusun Bregoh Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung di plafon rumah, Senin (18/7/2022).
Korban bernama Wakijan (50) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, dengan seutas tali tambang yang digantungkan di plafon rumahnya.
Gantung diri awalnya diketahui oleh Sucipto selaku anak korban, saat pulang dari sawah saksi sudah mendapati korban sudah tidak bernyawa.
“Mendapati bahwa Ayahnya (Korban) sudah dalam posisi tergantung di Blandar atau Kayu Kuda-kuda rumah terikat tali tampar warna merah, yang panjang ± 3 Meter, terus melaporkan kepada Kepala Dusun (Kasun) Bregoh,” kata Kapolsek Ambulu AKP Ma’ruf.
Ma’ruf menambahkan, Menurut keterangan para tetangganya, sebelum kejadian kabarnya Korban ini memang sering curhat. Perihal Surat Tanah Rumah, yang telah digadaikan oleh Menantunnya sendiri yang bernama Mat Gembuk.
“Kebetulan rumahnya menantunya ini berada di sebelah Timur korban sehingga , mungkin karena merasa takut ditagih oleh pihak bank, dan kepikiran terus, akhirnya gantung diri,” bebernya.
Diketahui selama ini korban hanya tinggal berdua saja bersama dengan anak sulungnya, sebab keluarganya yang lain, berada di luar negeri untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong.
“Keluarga korban sendiri membuat surat pernyataan, tidak akan menuntut secara hukum maupun dilakukan otopsi mayat, karena menyadari bahwa kejadian ini adalah musibah,” tambahnya.
Menurut salah satu tetangga bernama Mat Samsul, Ia mengaku sempat melihat korban pada Pukul 08.30 berjalan kaki menuju Toko milik Pak Rudi. Untuk membeli tali tambang pengikat sapi, yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.
“Lebih lanjut kurang lebih 200 meter dari rumahnya, tiba-tiba siang-siang dapat dikabari , Pak Wakijan kendat (gantung diri) yo terkejut mas, soalnya gak nyangka sampai bertindak sejauh itu,” pungkasnya (Dri).