Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Kepemimpinan publik dan capaian akademik berpadu dalam diri Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid. Sosok yang akrab disapa Gus Hamid itu resmi meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude setelah menuntaskan Ujian Disertasi Terbuka di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Rabu (18/2/2026).
Gelar tersebut diraih di tengah padatnya aktivitas pemerintahan yang diembannya sebagai kepala daerah di Bondowoso. Dalam sidang promosi doktor, Gus Hamid mempertahankan disertasi berjudul Manajemen Pembiayaan Pesantren Berbasis Komunitas: Penguatan Layanan Pendidikan Melalui Sinergi Pesantren dan Perbankan (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton dan Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Kraksaan Probolinggo).
Gus Hamid—yang juga dikenal sebagai dosen serta mantan rektor periode 2017–2025 di Universitas Nurul Jadid—menekankan pentingnya kolaborasi konkret antara pesantren dan sektor perbankan dalam memperkuat sistem pembiayaan pendidikan Islam.
Menurutnya, skema pembiayaan berbasis komunitas dapat menjadi fondasi untuk mewujudkan tata kelola pesantren yang transparan, mandiri, dan berkelanjutan. Di hadapan dewan penguji, ia memaparkan bahwa pesantren tidak cukup hanya memiliki kemandirian sosial dan spiritual, tetapi juga membutuhkan sistem ketahanan finansial yang terstruktur.
Model sinergi yang ditawarkannya dinilai mampu menjawab tantangan pembiayaan pendidikan Islam yang semakin kompleks di tengah perkembangan masyarakat modern.
Sidang doktoral tersebut dipimpin Dr. H. Saihan, S.Ag., M.Pd.I., dengan Prof. Masdar Hilmy, MA., Ph.D., bertindak sebagai penguji utama bersama tim promotor dan akademisi penguji lainnya di bidang manajemen pendidikan Islam.
Pihak rektorat UIN KHAS Jember turut memberikan apresiasi terhadap kualitas riset yang dinilai memiliki relevansi kuat dengan dinamika kelembagaan pesantren saat ini. Predikat cumlaude yang diraih disebut mencerminkan kedalaman analisis serta kontribusi akademik yang signifikan.
Dalam sambutannya, Gus Hamid menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa gelar doktor tersebut merupakan amanah untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen menjadikan fondasi keilmuan sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya di bidang pendidikan dan penguatan moderasi beragama,” ujarnya.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bondowoso, tetapi juga mempertegas peran UNUJA dalam melahirkan pemimpin yang berintegritas dan visioner.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah amanah besar untuk mengabdi dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan dunia pendidikan,” pungkasnya.
Di tengah kesibukan memimpin daerah, Gus Hamid membuktikan bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab pemerintahan.(Nang)
Bupati Bondowoso Buktikan Dedikasi Ilmu: Gus Hamid Raih Gelar Doktor Cumlaude
Nanang Ervandi2 min baca

Pos Terkait













