Indramayu, BULETIN.CO.ID – Kegiatan study tour yang rencananya akan di dilaksanakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indramayu dikeluhkan wali murid, pasalnya, selain biayanya yang tinggi, tujuan study tour juga dinilai terlalu jauh lokasinya.
“Renacanya study tour akan dilaksanakan menjelang libur sekolah dengan tujuan pulau madura dengan biaya yang sangat tinggi kisaran Rp. 1 juta lebih,” ujar salah seorang sumber kepada Media yang minta namanya dirahasiakan.
Ia mengungkapkan, banyak yang mengeluhkan biaya study tour yang disodorkan pihak sekolah, dikarenakan biayanya terlalu mahal.
“Biayanya tinggi. Banyak orang tua murid yang keberatan, tapi takut bicara,” ungkapnya melalui sambungan WhatsApp.
Sementara, Kepala MAN 1 Indramayu Wahyudin saat hendak di konfirmasi terkait hal tersebut tidak bersedia menemui media, ia hanya menyuruh staf TU untuk menemui media yang hendak klarifikasi terkait kegiatan study tour di sekolah tersebut.
Abdul Kholil staf TU yang mewakili kepala MAN 1 Indramayu kepada media membenarkan, kalau MAN 1 Indramayu rencananya akan melaksanakan kegiatan study tour, tapi itu bukan study tour melainkan visit kampus.
“Itu bukan study tour tapi kegiatan visit kampus,” ujarnya kepada media rabu (21/12/2022).
Namun, imbuhnya, karena berbagai pertimbangan, kepanitiaan untuk kegiatan itu sampai saat ini belum dibentuk.
“Untuk kepanitiaan di pending dulu, jangan dibentuk dulu karena ada salah satu MTs yang lagi rame setelah melaksanakan study tour jadi kemenag juga tidak mengizinkan,” ungkapnya.
Ketika ditanya, berapa biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut, Abdul kholil yang mengaku sebagai honor TU di MAN itu mengatakan, karena kegiatan study tour belum di musyawarahkan dan belum mendapat izin dari Kemenag Indramayu jadi belum ada biaya yang harus dikeluarkan, kelitnya.
Apa yang disampaikan oleh Abdul Kholil staf TU yang mewakili kepala MAN 1 Indramayu Wahyudin yang tidak mau menerima media itu berbanding terbalik dengan Informasi yang ada. Menurut Informasi, tidak sedikit siswa yang sudah membayar untuk kegiatan itu bahkan ada juga yang sudah lunas pembayarannya.
Entah mana yang benar, yang pasti kegiatan study tour atau apapun namanya sangat memberatkan para orang tua siswa. Karena kondisi ekonomi yang saat ini lagi sulit pasca wabah Covid – 19 yang melanda Indonesia. (Dais)