Scroll untuk baca artikel
Kuliner

Es Teh Tak Lagi Segar di Musim Hujan, Omzet Mak Yah di Rembang Merosot Tajam

×

Es Teh Tak Lagi Segar di Musim Hujan, Omzet Mak Yah di Rembang Merosot Tajam

Sebarkan artikel ini
Rembang
Warung Es Teh Milik Mak Yah di Wilayah Ds. Lambangan wetan, Bulu Rembang Tampak Sepi pembeli. (Foto : Ridwan, 16/1/2026)

‎Rembang, BULETIN.CO.ID – Es teh menjadi salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Kesegarannya membuat minuman ini digemari berbagai kalangan dan mendorong banyak warga membuka usaha es teh di sejumlah daerah. Namun, kondisi berbeda dirasakan Mak Yah (50), penjual es teh Kedai Njajan 92 yang berlokasi di depan Balai Desa Lambang Wetan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

‎Mak Yah mengungkapkan, penjualan es tehnya mengalami penurunan drastis hingga 80 persen sejak memasuki musim hujan. Padahal, pada kondisi normal ia mampu menjual sekitar 40 hingga 50 gelas per hari. Kini, jumlah penjualannya hanya berkisar 10 cup per hari.

‎“Penurunannya lumayan, bisa sampai 80 persen. Biasanya saya bisa jual 40 sampai 50 cup, sekarang cuma sekitar 10 cup saja. Kalau Sabtu dan Minggu agak mending, bisa sampai 15 cup,” ujar Mak Yah saat ditemui buletin.co.id di lapak dagangnya, Jumat (16/1/2026).

‎Penurunan jumlah pembeli berdampak langsung pada omzet harian. Jika sebelumnya Mak Yah bisa mengantongi penghasilan hingga Rp150 ribu per hari, kini ia hanya memperoleh sekitar Rp45 ribu. Setiap harinya, Mak Yah menyiapkan 3 liter teh cokelat manis dan 2 liter teh hijau manis untuk dijual.

‎Menurut Mak Yah, cuaca dingin saat musim hujan menjadi faktor utama sepinya pembeli. Kondisi ini membuat masyarakat enggan membeli minuman dingin seperti es teh.

‎“Pengaruhnya memang musim hujan. Kalau biasanya siang panas dan banyak yang mampir beli es teh, sekarang hampir tiap hari hujan jadi sepi,” jelasnya.

‎Pembeli es teh Kedai Njajan 92 sebagian besar berasal dari warga sekitar yang melintas, dengan dominasi anak-anak. Biasanya, penurunan pembeli mulai terasa pada pukul 15.00 hingga 16.00 WIB.

‎Mak Yah menjual es teh dengan harga Rp3.000 per cup jumbo. Untuk menarik minat pembeli, ia rutin memberikan promo beli dua gratis satu setiap hari Jumat.

‎“Kalau Jumat saya adakan promo beli dua gratis satu, niatnya untuk berbagi di Jumat berkah sekaligus menarik pembeli,” katanya.

‎Meski terdampak signifikan oleh musim hujan, Mak Yah tetap bertahan. Beruntung, Kedai Njajan 92 tidak hanya menjual es teh, tetapi juga menyediakan kopi lelet, kopi sachet, serta aneka jajanan anak-anak, sehingga tetap ada pemasukan meski tidak maksimal.


‎Reporter: Ridwan

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
BACA JUGA :
‎Pekan Panutan Pajak Daerah, Bupati Harno Ajak Warga Rembang Taat Pajak Lewat Pameran Otomotif‎