Pasuruan, BULETIN.CO.ID – Tradisi luhur yang telah berlangsung turun-temurun kembali dirawat dan dirayakan masyarakat Kelurahan Wirogunan, Kota Pasuruan. Haul Eyang Sastro Surotoko digelar khidmat dan semarak di kawasan makam Mbah Sastro, Senin (17/8/2026), menjadi momentum doa bersama sekaligus bukti kearifan lokal yang tetap lestari lintas generasi.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan kegiatan keagamaan: pembacaan Khotmil Qur’an, Qasidah Burdah, Surat Yasin, tahlil, hingga selawat Nabi — seluruhnya menjadi wujud penghormatan dan doa bagi sosok Eyang Sastro Surotoko.
Kemeriahan memuncak pada prosesi arak-arakan gunungan agung setinggi sekitar tiga meter yang dihiasi aneka hasil bumi. Dari Kantor Kelurahan Wirogunan, gunungan diarak warga, tokoh masyarakat, karang taruna, dan mahasiswa KKN menuju kawasan makam. Prosesi ini bukan sekadar simbol kesuburan, melainkan cerminan kebersamaan dan gotong royong yang tak terputus.
Yang membuat tradisi ini terus hidup adalah peran generasi muda. Karang taruna dan mahasiswa KKN turut aktif sejak persiapan hingga pelaksanaan, membuktikan pelestarian budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan tanggung jawab bersama.
Haul ini pun menjadi ruang mempererat silaturahmi warga. Nilai keteladanan, semangat perjuangan, dan pesan moral Eyang Sastro Surotoko diharapkan terus terjaga dan diwariskan kepada generasi penerus. (*)
Penulis: Tim KKN Wirogunan 2026.








