Scroll untuk baca artikel
Berita

‎Kantor BMT BUS Lasem Membisu, Warga Dengar Jeritan Misterius di Tengah Kasus Dana Nasabah‎

×

‎Kantor BMT BUS Lasem Membisu, Warga Dengar Jeritan Misterius di Tengah Kasus Dana Nasabah‎

Sebarkan artikel ini
Rembang
Lokasi Kantor BMT BUS Lasem di Rembang. (Foto: Ridwan, 15/2/2026)

Rembang, BULETIN.CO.ID – Bangunan kantor KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera (BMT BUS) yang berlokasi di Lasem, Kabupaten Rembang, kini tampak tak terurus dan sunyi. Di tengah polemik dugaan penyelewengan dana nasabah yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas, muncul cerita-cerita mistis dari warga sekitar yang menambah kesan mencekam pada bangunan tersebut.

‎Koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah yang berpusat di Lasem itu sebelumnya dipimpin oleh Abdullah Yazid selaku Ketua Pengurus. Lembaga tersebut berstatus KSPPS dengan aset yang ditegaskan sebagai milik koperasi, bukan milik pribadi pengurus meski sejumlah sertifikat menggunakan nama personal (nomine).

‎Namun sejak 2024–2025, BMT BUS menjadi sorotan publik terkait proses hukum dan penanganan pengembalian dana anggota. Sejumlah nasabah mengaku dana simpanan mereka belum kembali hingga kini.

‎Salah satunya Fachrudin WAW, warga Desa Mrayun RT 03 RW 04, Kecamatan Sale, Rembang. Ia mengaku menjadi korban dengan nilai tabungan sebesar Rp25 juta yang hingga kini belum ada kejelasan.

‎“Uang itu sangat berarti bagi saya.rencananya untuk biaya sekolah keluarga. Sampai sekarang belum ada kepastian,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

‎Bangunan kantor yang kini tidak lagi beroperasi tersebut terlihat gelap dan tak berpenghuni saat malam hari. Cat tembok mulai kusam, halaman ditumbuhi rumput liar, dan pintu tertutup rapat tanpa aktivitas.

‎Cerita menyeramkan pun mulai beredar di masyarakat. Gufron, salah satu warga yang kerap melintas di sekitar lokasi pada malam hari, mengaku beberapa kali mendengar suara-suara aneh dari dalam bangunan.

‎“Sering terdengar seperti suara jeritan atau tangisan. Padahal jelas-jelas tidak ada orang di dalam. Kadang juga seperti ada bayangan lewat di balik kaca,” ungkapnya.

‎Cerita itu menyebar cepat di kalangan warga. Tak sedikit yang kini enggan melintas sendirian di depan bangunan tersebut saat malam hari. Suasana sunyi yang menyelimuti kantor BMT BUS seakan memperkuat kesan angker, terlebih di tengah kisah pilu para nasabah yang merasa dirugikan.

‎Meski demikian, belum ada bukti atau penjelasan ilmiah terkait fenomena yang disebut warga tersebut. Cerita-cerita mistis itu berkembang dari pengalaman pribadi dan penuturan lisan masyarakat sekitar.

‎Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan kasus pengembalian dana anggota BMT BUS masih menjadi perhatian publik di Kabupaten Rembang. Sementara itu, bangunan kantor yang dahulu menjadi tempat aktivitas simpan pinjam kini berdiri sunyi—menyisakan tanda tanya, baik soal kejelasan dana nasabah maupun kisah-kisah misterius yang menyelimutinya.

‎Reporter: Ridwan

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
BACA JUGA :
‎Audisi Dangdut Puri Berlian Park Rembang Digelar hingga Maret 2026, Siap Cetak Bintang Baru
banner 300x250