Sejarah

Mengenang Kembali Sejarah Kodi Masa Lampau dengan Sumber yang Akurat

×

Mengenang Kembali Sejarah Kodi Masa Lampau dengan Sumber yang Akurat

Sebarkan artikel ini

Sumba Barat Daya, BULETIN.CO.ID – kamis 2 maret 2023 Bercerita tentang sejarah kodi kita kembali mengenang kembali sejarah masa lampau Pulau sumba ini memang di bawah kendali raja Mojopahit,Adapun raja-raja mojopahit Raden Wijaya(1293-1309M)SriJayanagara(1309-1328M),TribhuwanaTunggadewi(1328-1350 M),Hayam Wuruk(1350-1389M)Wikramawardhana(1389-1429 M),Dyah Ayu Kencana Wungu(1429-1447 M),Prabu Brawijaya I (1447-1451 M),Prabu Brawijaya II(1451-1453 M).

Dari beberapa Raja mojopahit yang memeliki peranan penting pada waktu itu dibalik itu juga muncul salah Satu tokoh yang punya pengaruh dan sangat berjasa pada Kerajaan mojopahit yakni Rangga Lawe sehingga terangkatnya Adi pati gajah Mada ( masa jabatan tahun1331-1364 M) menjadi polimik politik di kerajaan mojopahit peperangan tak terhindarinya,pelaku pembunuhan adalah Kebo Anabrang yang pandai berenang akhirnya berhasil membunuh Ranggalawe secara kejam.

Melihat keponakannya disiksa sampai mati, Lembu Sora merasa tidak tahan. Ia pun membunuh Kebo Anabrang dari belakang,menurut sejarawan Slamet muljana bahwa Rangga Lawe bernama asli Arya Adikara dalam tradisi jawa ada istilah Nunggak semi ,yaitu nama ayah kemudian dipakai anak .jadi nama Arya adikara yang merupakan nama lain Arya wiraja ,kemudian dipakai sebagai nama gelar Rangga lawe ketika diangkat sebagai pejabat majapahit mengingat

Muqodimah diatas bahwa sejarah kodi dan pulau sumba tidak terlepas dari Raja mojopahit,jika ditinjau dari segi beberapa ahli sejarah kodi Seperti ,Hermanus Rangga Horo yang dicatat oleh Pendeta Andrias Pati Djawa , Pendeta Daud Ndara Duka Milla Ate , Cristanto Hadi Hunggu,Yohanes pembaptis Malo Horo,Haikal Maha,Lere Muda,Dollo Pati ,Lodo waik Tanggu Ndendo dalam Babat sejarah kodi yang kita kenal bahwa beberapa narasumber diatas ahli sejarah kodi bahwa seperti Parona (Bahasa jawa Pararaton) Rate Ngaroh ada yang bilang Wukke wandi cana tersinonim dgn nama Dyah Ayu kencana wungu (1429-1447 M) dan ada juga yang mengatakan bahwa Ratu Dello (Dilla),

Begitu juga sejarah Kampung parona Adat Waindimu beberapa narasumber mengatakan pendiri parona waindimu Cristanto Hadi Hunggu mengatakan Ratu Nggeh-Nggeh (Ali Murtadholo alias Ali Murtolo bahasa adat kodi Ana Tollo dan seperti bahasa bima Yang nama tempat sekarang Tollo mbali atau Mboh sangaji kai ,alias Pandhita Bima dari sumbawa Barat poto Tano diduga mereka masih menghingga pulau sumbawa sebelum ke Bima akan tetapi menurut Cristanto Hunggu mereka dari sebrang Lor tutur Alumni Salatiga pendidikan Guru A tamat SGA beliau pernah tinggal di Kesultanan Bima selama dua tahun pada tahun 2010-2012 dimasa kepimpinan bupati Bima Ferry sulkarnain

melanjut dari pakar ahli Sejarah jawa Prof Dr Agus Sunyoto menuturkan Sayyid Ali Murthado kembali ke Gresik Tanggal 12 April 1449 masehi karena sakit Ayahanda nya sayyid Al Habib Maulana Malik Ibrohim Asmorokondi,begitu juga sunan giri melakukan bisnis Kuda Sumba dan Sumbawa karena dalam Sair Adat Kodi disebut Ana Giri Gukadobba Ana Panggar malulah Ana poka (Raden Paku) ponggo Lero dengan adanya hubungan yang sudah terjalin maka Sunan Giri dan Ali Murthadlo (Ref : L Van Rijckevorsel dan Tome pires )

Mengirim Cucu nya yang bernama asli Sayyid AL Habib Abdullah Ngudung bin Jafar Sodiq (sunan Kudus) Bin Usman Haji (Sunan Ngudung /Ratu Ngudung ) Bin Ali Murthadolo Alias Panembahan Kodi Alias Ndara wunda dan Sunan Prapen yang diutus setelah Runtuh mojopahit dan kerajaan mataram Jawa , begitu juga Datuk Pati Mangi dgn Nama asli Datuk Soleman parona Buku Bani serta parona Mete Datuk Ahmad Kamil alias Pengeran Tebo Sumatera kalau di suku kodi sumba -NTT disebut Ratu Tebo ,Umbu Djoko (umbu Dokko),Pengeran Babullah (Rangga Bulla ), Hamengku Buwono (Wana:Wono)

Pertama yang makam nya di Bungu sumatera dan di kodi juga disebut Bungo .Beberapa refrensi juga ketika media ini wawancara Juru kunci kesultanan Bima bahwa Sultan Bima pertama Abdul Kahir I yang memeliki hubungan politik dan polimik politik kerajaan pada waktu itu Yakni Jena :Zena Mone (Ra Mone ) dalam beberapa sumber bahwa RA Mone putra Rangga Sangaji (Rangga Hangadi) Putra Abdullah Ngudung alias Panembahan Kodi Alias Ndara wunda Lahir 1510 dan Wafat 1645 Masehi (Ref Syekh Muhammad Azhari Al Falembani cucu Sayyid Amir Hamzah alias panembahan palembang kalau bahasa Kodi Sumba suku kodi di sebut Howak Mananga dan FB Moh .Yardho Bagiri Ahli sejarah madura kesultanan sumenep Ndara Saod putra Ndara wunda.Selanjutnya RA Mone memeliki saudara kandung nya Adi Pati Mone ,Abdullah Mbota, Nyai Kuni ( Gus Mone AL Mughni)

**) Ikuti berita terbaru BULETIN di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
error: Content is protected !!