Bondowoso, BULETIN.CO.ID — Polemik yang terjadi di lingkungan SDN Kota Kulon 1 Bondowoso mulai memunculkan dampak lebih luas. Di tengah situasi yang terus berkembang, bahkan muncul wacana mogok belajar dari sejumlah orang tua siswa sebagai bentuk respons terhadap persoalan yang mencuat ke publik.
Menyikapi kondisi tersebut, Komite SDN Kota Kulon 1 Bondowoso akhirnya angkat bicara. Ketua Komite, Eko Suprianto, menegaskan bahwa persoalan yang terjadi tidak bisa dipandang secara sepihak. Menurutnya, penyelesaian harus dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi seluruh elemen sekolah.
“Kalau kami dari komite, yang jelas kami akan menyikapinya dari berbagai sisi. Tidak hanya dari sisi persoalan yang sedang kami hadapi,” ujarnya.
Eko menyebut, dampak polemik kini tidak lagi sebatas persoalan internal sekolah. Situasi yang berkembang di tengah masyarakat mulai memengaruhi kondisi psikologis siswa dan suasana belajar mengajar di sekolah.
Beberapa siswa disebut mulai enggan masuk sekolah maupun mengikuti pembelajaran karena terpengaruh kondisi yang terjadi. Hal itu dinilai menjadi perhatian serius komite sekolah.
“Karena itu, kami akan menyikapinya lebih intens lagi. Apalagi sampai ada siswa-siswa yang tidak mau belajar gara-gara dampak persoalan ini,” tegasnya.
Saat ini, pihak komite mengaku terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru terkait, wali murid, hingga keluarga siswa yang bersangkutan. Langkah tersebut dilakukan untuk meredam situasi agar tidak semakin melebar.
Menurut Eko, komite berupaya mencari solusi terbaik tanpa memperkeruh keadaan. Komunikasi intensif disebut menjadi langkah utama untuk menemukan titik temu di tengah polemik yang berkembang.
“Kami masih berusaha menyatukan semuanya, mencari jalan tengah yang terbaik,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa komite baru mengetahui detail persoalan secara utuh setelah dilakukan pertemuan bersama pihak-pihak terkait. Dari hasil komunikasi itu, komite mulai memetakan persoalan dari berbagai sudut pandang.
Bagi komite sekolah, penyelesaian persoalan bukan hanya soal menghentikan kegaduhan di ruang publik, tetapi juga menjaga keberlangsungan proses pendidikan serta nama baik lembaga sekolah.
“Harapan kami, yang jelas kami ingin yang terbaik untuk semuanya. Terbaik versi komite adalah kami harus menjaga nama baik institusi sekolah,” tandasnya.(Nang)








