Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Pedagang Legen di Rembang Kesulitan Panen saat Musim Hujan

×

Pedagang Legen di Rembang Kesulitan Panen saat Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
Rembang

Rembang, BULETIN.CO.ID – Musim hujan di Kabupaten Rembang menjadikan pedagang legen kesulitan. Pasalnya produksi minuman dari deresan tangkai bunga siwalan menurun produksinya.

Jika musim kemarau dalam sehari semalam satu pohon siwalan mampu menghasilkan legen sedikitnya 10 liter, kini rata-rata hanya mampu memproduksi 2-3 liter. Rasa dan aromanya pun tidak senikmat produk musim kemarau.

Kini warga pemilik pohon siwalan lebih memilih memanen buah siwalan atau ental dari pada memproduk legen. Harganya pun kini mulai menggembirakan.

BACA JUGA :
Efek Dari Limbah Sawit Tahun 2020 di Rembang

Pantauan Buletin.co.id, sejumlah pedagang legen dan siwalan Evi menyebut, harga buah siwalan dari petani Rp 7000 per buah isi 3 biji daging buah. Sedangkan untuk siwalan yang sudah dikupas yang dikemas dalam plastik isi 7 daging siwalan, ia menjual Rp 15000 per bungkus.

“Sebenarnya lebih untung dibuat legen dari pada dijual buah siwalan, karena lebih menguntungkan,” kata Evi (27), salah satu pedagang siwalan dari Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Rembang kepada wartawan Buletin.co.id di lokasi, Jumat (23/5/2025).

BACA JUGA :
Bupati Rembang Siap Menutup BUMD Jika Diberikan Rekom Dari DPRD Karena Tak Produktif

Menurutnya, walaupun musim hujan, ia sehari, bisa menjual legen sebanyak 10 -15 botol. Namun, jika pelanggan ingin minum legen di tempat juga bisa, satu gelas legen dan es dihargai Rp 4000 per gelas,”ucapnya.

Menurut Suhartono (41), penggemar legen asal Kabupaten Blora, sudah biasa jika musim hujan legen mengalami patiwolo (sulit keluar). Namun, karena sudah terbiasa minum legen meskipun rasa dan aromanya tidak enak tetap saja dikonsumsi penggemarnya.

BACA JUGA :
Stadion Krida Yang Memprihatinkan Menjadi Sorotan Bupati Rembang

Penjual legen dan buah siwalan di sepanjang jalan Sulang – Sumber, Rembang, yang ditemui menyatakan, di samping menjual buah siwalan eceran dalam bentuk kemasan plastik isi 7 biji, para pedagang mengirim buah utuh ke sejumlah kota besar. Bahkan wilayah edarnya sampai Surabaya hingga ke wilayah Bali. (Read One)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.