Pemerintahan

Pemkot Probolinggo Kukuhkan Guru Penggerak Angkatan Perdana

×

Pemkot Probolinggo Kukuhkan Guru Penggerak Angkatan Perdana

Sebarkan artikel ini

Kota Probolinggo, BULETIN.CO.ID – Setelah melewati proses kurang lebih satu tahun, Kota Probolinggo berhasil mengukuhkan 49 Guru Penggerak dari seluruh jenjang pendidikan. Baik TK, SD, SMP, dan SMA, mulai dari sekolah negeri maupun swasta. Guru Penggerak ini merupakan angkatan pertama di Kota Probolinggo dan termasuk angkatan ke-6 yang dikukuhkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pengukuhan sekaligus pengarahan dilakukan secara langsung oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin pada Rabu (14/6). Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, drg. Ninik Ira Wibawati dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Siti Romlah di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo.

Di dalam kegiatan ini Habib Hadi menginginkan guru penggerak dapat mengimplementasikan ilmunya dan terus berinovasi. “Mudah-mudahan seiring dengan berjalannya waktu, guru penggerak ini akan mengimplementasikan inovasi-inovasi di dunia pendidikan,” harapnya.

BACA JUGA :
Banjir Menyasar RSUD dr. Soedomo, Wabup Trenggalek Tinjau Rumah Sakit

Habib Hadi juga menyoroti semakin menantangnya proses komunikasi dengan wali murid. Wali kota berharap, sekolah dapat membuat agenda pertemuan rutin dengan orang tua siswa. “Karena ada orang tua yang menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah. Kalau ada yang tidak cocok maka disalahkan sekolah, nah ini sekolah harus rutin bertemu dengan orang tua. Menyamakan sudut pandang, agar sama-sama bisa mengedukasi anak-anak,” jelasnya.

Tak hanya menjadi penggerak, seorang guru, lanjut Habib Badi sudah semestinya menjadi pribadi yang berakhlak. Terlebih di era perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karena apabila gurunya mempunyai akhlak yang baik, maka hal tersebut akan menjadi contoh baik bagi muridnya. “Itu termasuk pahala yang tidak akan pernah hilang. Karena itu pesan saya sebagai guru, harus tertantang untuk membuat anak menjadi baik. Melahirkan generasi yang membanggakan bagi orang tua, lingkungan sekitar, nusa dan bangsa,” ujarnya.

Walikota mengibaratkan murid selayaknya tanaman yang apabila dirawat setulus hati dan diawasi dengan sungguh-sungguh, maka akan menjadi sebuah pohon yang rindang dan berbuat baik. “Lain halnya dengan tanaman yang tumbuh tanpa pengawasan, yang bisa saja tumbang jika terkena angin tanpa ada yang memperbaiki ke posisi semula,” simpulnya.

BACA JUGA :
MTQ Ke-XXII 2023 Ditutup, Kecamatan Padang Sidempuan Utara Raih Juara Umum

Diketahui, guru penggerak nantinya diharapkan menjadi pemimpin pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Dalam kurikulum terbaru ini, pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan memperhatikan potensi mereka.

“Kurikulum merdeka tidak hanya ceramah ya, tapi (dalam) pembelajarannya, siswa yang aktif sedangkan guru menjadi fasilitator. Nah seorang guru penggerak ini harus pandai. Bagaimana caranya siswa (bisa) aktif. Nah ini juga ada webinar ya, kita sebarkan ilmu yang mereka dapat kepada guru-guru lainnya. Seperti inovasi pembelajaran dan ilmu manajerial, jadi diharapkan mereka ini bisa men-support sekolahnya,” ungkap Siti Romlah ditemui usai seremonial pengukuhan.

BACA JUGA :
BKPSDM Bondowoso Gelar Lomba Lato-lato Guna Tingkatkan Kekompakan Antar Pegawai

Untuk menyebarkan praktik baik dan karya inovasi guru penggerak, Disdikbud Kota Probolinggo juga menyelenggarakan webinar di hari yang sama. Mengambil tema, “Ribuan Guru Bergerak, Berbagi, Belajar Wujudkan Guru Penggerak Penuh” webinar ini diharapkan dapat membantu guru lain menemukan role model dalam melaksanakan pembelajaran. Webinar tersebut disiarkan secara langsung melalui zoom dan YouTube Disdikbud Kota Probolinggo dengan peserta seluruh guru mulai jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Webinar ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab moral kami untuk mengimbaskan ilmu yang telah kami dapat. Jadi ada empat guru penggerak yang menjadi pemateri dalam hal ini sesuai dengan jenjang pendidikan yakni TK, SD, SMP, dan SMA,” jelas Djono Paringadi, salah satu guru penggerak dan juga koordinator acara tersebut. (*)
Pewarta : Sudarsono.

**) Ikuti berita terbaru BULETIN di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.