Scroll untuk baca artikel
News

Pemuda di Bondowoso Ini Punya Misi Mencerdaskan Rakyat Tentang Demokrasi

×

Pemuda di Bondowoso Ini Punya Misi Mencerdaskan Rakyat Tentang Demokrasi

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Faktor ekonomi tak menjadi penghalang bagi Abu Sofyan (37 tahun), lahir dari keluarga buruh dengan ekonomi pas-pasan. Namun tidak pernah patah arang untuk menjadi seorang yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi.

Pengabdian pria kelahiran Bondowoso 11 Mei 1997 ini terinspirasi dari salah seorang ulama kharismatik sekaligus mediator berdirinya Nahdlatul Ulama yakni KH As’ad Syamsul Arifin.
Saat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, Sofyan mendapatkan wejangan tentang tiga pesan KH As’ad.

Isi pesan KH As’ad sebagaimana diungkapkan Sofyan diantaranya adalah meminta santrinya untuk mengabdi ketika pulang ke tengah-tengah masyarakat, berkiprah di dunia pendidikan dan membantu ekonomi masyarakat.

Tiga hal ini ia pegang teguh setelah pulang dari Pondok Pesantren Sukorejo. Oleh karena itu saat kuliah di Universitas Bondowoso (UNIBO) dia mengambil pendidikan pada tahun 2007.
“Saya waktu itu ambil jurusan FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan),” kata dia.
Semasa kuliah Sofyan juga aktif di organisasi ekstra kampus, sebagai aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), mulai dari rayon hingga dipercaya menjadi pengurus cabang PMII Bondowoso.

BACA JUGA :
Kajati Riau jadi Penceramah Ba'da Sholat Dzuhur di Masjid Al-Mizan

Pada saat bersamaan ia juga berproses di Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan organisasinya. “Saya di PMII sekaligus berproses di NU,” kata dia.

Lama berproses sebagai mahasiswa, aktivis dan organisatoris. Kemudian ia lulus pada tahun 2011. Setelah menyandang sarjana, Sofyan kembali ke pangkuan NU sebagai seorang pendidik.

Dia mengajar dan mengabdikan diri di SMP NU Bondowoso hingga tahun 2013. Kemudian ia praktikkan pengetahuannya sebagai pendidik di lembaga tersebut.

Selain sibuk mengajar, Sofyan juga dipercaya sebagai kepala pusat informasi dan teknologi di Universitas Bondowoso sejak 2012. “Amanah itu masih saya emban hingga sekarang,” terang dia.
Di tengah sibuk bekerja, ia melanjutkan kuliah pascasarjana di Unitomo Surabaya. pada tahun 2017 dan lulus tepat waktu pada tahun 2019.

BACA JUGA :
Silaturahmi Bupati Cianjur bersama Awak Media Cianjur

Sofyan kembali ke dunianya lagi sebagai pendidik. Pada tahun 2020 Sofyan dipercaya untuk mengajar di Fakultas Teknik Universitas Bondowoso. “Jadi ya selamanya saya ingin jadi pendidik. Sebagaimana pesan beliau Kiai As’ad,” terang dia.

Selain sibuk mengajar, Sofyan juga kembali aktif di organisasi kepemudaan seperti Ansor dan menjadi sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jambesari Darus Sholah hingga sekarang. “Saat ini saya juga wakil bendahara III IKA PMII Bondowoso,” terang dia.

Ternyata tidak hanya di lembaga sekolah dan kampus. Semangat mendidik Sofyan juga dipraktikkan di lembaga penyelenggara Pemilu.
Beberapa kali ia terlibat langsung dalam kepemiluan. Sofyan pernah menjadi panitia pengawas lapangan (PPL) atau pengawas tingkat desa/kelurahan.

Pada tahun 2017-2019 ia kembali terpilih menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau penyelenggara tingkat desa, dan pada Pemilu kemarin Sofyan juga menjabat sebagai komisioner PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) KPU Bondowoso.

BACA JUGA :
Disdik dan Kejari Bondowoso Kolaborasi Gelar Penyuluhan Hukum Sekolah Anti Korupsi

“Saya di penyelenggara itu untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang kepemiluan atau pesta demokrasi,” terang dia.

Kemudian pengetahuan itu kata dia, selanjutnya akan diketuk tularkan pada yang lain. “Jadi saat menjadi komisioner kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat, memberikan pendidikan demokrasi,” terang dia.

Saat ini nama Sofyan juga masuk 20 besar calon komisioner KPU Bondowoso periode 2024-2029. Ia mengaku mendaftar di KPU juga dalam rangka meng-upgrade diri, terutama tentang pengetahuan dan pengalaman.

“Prinsipnya, selain penyelenggara, KPU kan juga memiliki tugas pendidikan untuk masyarakat. Jadi tetap dimanapun berada, semangat untuk berbagi pengetahuan itu harus digalakkan,” tegas dia.(Nang)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.