Jember, BULETIN.CO.ID – Penebangan pohon di lereng gunung Jenggawah, tepatnya di lahan Tanah Kas Desa (TKD) Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember masih belum menemukan titik terang. Pasalnya Camat hingga kepala Desa sepakat tidak memberikan jawaban siapa penanggung jawab penebang pohon tersebut.
Seperti dikemukan Camat Jenggawah, Hendaro Lukito mengatakan pihaknya juga kebingungan siapa penanggung jawab atas penebangan pohon tersebut.
“Kaitan dengan pemotongan kayu di lahan TKD tidak ada yang mengaku. Tadi di acara mediasi yang dilakukan di Kantor Desa Wonojati yang dihadiri Muspika Jenggawah dan tokoh masyarakat sekilas saya mendengar siapa yang melakukan pe penebangan pohon di lahan TKD tersebut tidak ada yang mengakui, tadi informasi awal yang nyuruh nebang Pak Kades, tetapi Kades ketika ditanyakan tidak mengakui,” terangnya. Rabu (14/11/2024).
Hendaro menambahkan, terkait dengan penebangan, hal tersebut sudah tidak dipermasalahkan oleh masyarakat dan kayu yang sudah dipotong akan diserahkan ke karang taruna untuk dimanfaatkan.
“Untuk lahan yang sudah ditebang pihak terkait harus menggantikan dengan tanaman baru, dan dalam waktu dekat akan dilakukan penanaman pohon baru,” tambah Camat Jenggawah.
Dikomfirmasi seputar penyewa lahan TKD, Camat Jenggawah mengatakan, penyewa lahan TKD Desa wonojati tersebut adalah Kades Jenggawah.
“Tapi kami tidak tau setelah itu disewakan ke pihak ketiga atau gimana, sedangkan luasan lahan TKD tersebut kami tidak tau, karena itu tanah hak prerogatif Kades Wonojati,” jelasnya.
Menurut Hendaro untuk penggunaan lahan TKD harus sesuai peruntukannya dan mengacu kepada ketentuan aturan yang ada.
“Selanjutnya nanti kami akan membuat surat edarannya,” pungkasnya.
Sementara Kades Wonojati Durahman dan Ketua BPD Wonojati saat dikomfirmasi siapa orang yang melakukan pemotongan kayu di lahan TKD keduanya kompak belum memberikan keterangan.
Pantauan di lokasi, jenis pohon kayu keras yang ditebang oleh orang tidak bertanggung jawab adalah sebagai penahan tanah agar tidak terjadi longsor. Untuk jumlahnya diperkirakan kurang lebih puluhan batang yang sudah besar.
Saat ini lahan tersebut tampak sudah gundul. Jika diguyur hujan lebat, warga khawatir terjadi longsor, sebab di bawah lereng banyak rumah warga, mengingat sekarang memasuki musim penghujan.