Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Sejumlah warga di Bondowoso merasa dirugikan, dengan adanya arisan dan investasi bodong. Bagaimana tidak, satu orang saja bisa mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta. Secara keseluruhan total kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Oleh sebab itu, mereka terpaksa melaporkan owner kegiatan ini kepada pihak berwajib.
Para korban awalnya di iming-imingi keuntungan yang cukup besar. Beberapa bulan awal semuanya masih berjalan lancar. Sehingga mereka kembali percaya untuk mengikuti, tawaran owner arisan agar mengikuti dengan jumlah lebih besar. Jika tidak bisa membayar, biasanya mereka akan kembali ditawarkan dana talangan terlebih dahulu.
Namun bukan untung yang didapat, para korban harus mengalami kerugian. Karena sejak awal bulan lalu, arisan ini mulai tidak normal dan mandek. Padahal sebelumnya, sudah ada peserta yang menjual barang-barang miliknya. Mulai dari rumah, mobil dan lain sebagainya, hanya untuk menutupi pembayaran arisan yang dimaksud. Mirisnya lagi, terdapat pasangan yang harus cerai akibat masalah ini.
Musnawati, Salah seorang perwakilan korban arisan bodong mengatakan, awalnya owner hanya menawarkan dengan jumlah kecil, mulai dari Rp 1 hingga 10 juta. Setelah beberapa bulan berjalan, mereka kemudian ditawari tenor arisan yang lebih besar lagi. Mulai dari Rp 40 hingga 100 juta. Meskipun sebenarnya banyak peserta yang tidak mampu membayar. “Ketika mau membayar, kami mengusahakan segala cara. Misalnya, menjual mobil dan lain sebagainya,” ucapnya, selasa,(11/04/2023).
Arisan bodong ini mudah stagnan sejak pekan kedua bukan lalu. Menurut perempuan yang akrab disapa Non ini, alasan ownernya karena adanya peserta fiktif (Zonker) yang tidak bayar. Namun setelah dilakukan penelusuran, kecurigaan adanya member fiktif semakin menguat. “Satu orang tapi namanya banyak. Itulah penyebab arisan macet,” imbuhnya.
Para korban yang merasa dirugikan pun, sempat berupaya mendatangi tempat owner arisan tersebut. Dengan harapan ada tanggung jawab pasti dari yang bersangkutan. Hasilnya mereka dijanjikan arisan akan kembali berjalan. Namun, hingga saat ini belum bisa aktif seperti biasanya. Sehingga pelaku dianggap tidak bertanggung jawab. “Kami sudah laporan. Monggo ditindaklanjuti sampai tuntas,” pungkasnya. (Nang)