Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Seminar Mercusuar Diikuti Bupati Taliabu dan Rombongan Ketua Tim HKG se-Provinsi Malut

×

Seminar Mercusuar Diikuti Bupati Taliabu dan Rombongan Ketua Tim HKG se-Provinsi Malut

Sebarkan artikel ini

Taliabu, BULETIN.CO.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara, Melalui Dinas Kesehatan telah menggelar seminar Mercusuar dengan tema, “Meraih Cinta dan Sayang Bersama Anak” saat pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-51 di Kota Bobong.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta HKG dalam menyusun strategi dan memprogram pencegahan stunting di wilayah masing-masing daerah.

“Seminar ini adalah solusi yang dapat diimplementasikan dalam penanganan stunting, agar kita dapat mengetahui dengan jelas langkah apa saja yang harus diupayakan dalam penanganan stunting.”

BACA JUGA :
Bupati Aliong Mus Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ Tahun 2022

Lanjutnya, Kuraisian Marsaoly bilang, para peserta harus mampu memposisikan diri sebagai role model di daerahnya dengan mengedukasikan dan mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa masalah gizi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi pada makanan dan penyakit infeksi.

“Ini merupakan masalah yang sangat kompleks, tidak semata-mata karena kurangnya asupan makanan. Di indonesia, banyak faktor yang menjadi penyebab masalah gizi, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

BACA JUGA :
20 Desa di Bondowoso Akan Dipimpin oleh PJ, Ini Penyebabnya

Sayangnya di Maluku Utara, kata Kuraisia, masih banyak keluarga yang belum memiliki kesadaran atas pemenuhan gizi mulai dari ibu hamil, bayi, dan balita serta sulitnya akses terhadap layanan kesehatan.

“Yang harus kita lakukan adalah mengoptimalkan peran Posyandu serta kader Posyadu dan kader pemberdayaan masyarakat sebagai garda terdepan untuk menangani stunting yang dimulai dari fasilitas pendukung,” jelasnya.

BACA JUGA :
Wali Kota Irsan Terima Komitmen Camat se-Kota Padang Sidempuan

Pemda Taliabu memastikan kali ini hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) mengalami penurunan prevalensi kasus stunting.

“Sehingga di 2024 mendatang, kami dapat memenuhi target nasional sebesai 14 persen, bahkan dengan target mampu mencapai 0 persen pada kasus stunting,” ujarnya.(Suhaida)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.