Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Tiga pendaki asal Bali dan Solo dilaporkan mengalami kendala saat melakukan pendakian di Gunung Krincing, kawasan Pegunungan Argopuro, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026).
Ketiganya diduga kehabisan bekal makanan dan sumber penerangan setelah bertahan di kawasan pegunungan. Kondisi tersebut membuat mereka menghubungi salah seorang rekan yang telah lebih dahulu turun dari gunung untuk meminta pertolongan.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, rombongan tersebut awalnya berjumlah empat orang dan mulai melakukan pendakian sejak dua hari sebelumnya.
Namun, dalam perjalanan, seorang pendaki asal Kecamatan Grujugan mengalami cedera sehingga memutuskan untuk turun lebih dahulu. Sementara tiga rekannya tetap melanjutkan perjalanan.
“Jadi tiga orang lainnya, dua dari Bali dan satu dari Solo, masih berada di atas,” kata Aryo.
Informasi mengenai kondisi ketiga pendaki kemudian diteruskan oleh rekan mereka kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Tim SAR gabungan selanjutnya bergerak melakukan pencarian menuju lokasi terakhir yang dilaporkan.
Kapolres Bondowoso bahkan turun langsung untuk memantau proses pencarian dan evakuasi. Operasi tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, relawan SAR, serta masyarakat setempat.
“Kami melakukan upaya pencarian terhadap tiga pendaki yang masih berada di Gunung Krincing,” ujarnya.
Aryo menyebutkan, berdasarkan komunikasi terakhir, para pendaki masih dalam kondisi yang memungkinkan untuk bertahan hidup meski mengalami keterbatasan logistik dan penerangan. Tim SAR terus mempercepat pergerakan agar dapat segera mencapai titik keberadaan mereka.
“Kami mengupayakan sore ini tim sudah bisa mencapai titik tersebut. Mudah-mudahan proses evakuasi dapat segera dilakukan,” jelasnya.
Ia menegaskan keselamatan para pendaki menjadi prioritas dalam operasi tersebut. Tim juga terus berkoordinasi untuk memastikan jalur menuju lokasi dapat dilalui dengan aman.
Atas kejadian ini, Aryo mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh persiapan sebelum melakukan pendakian. Perbekalan, perlengkapan keselamatan, alat komunikasi, penerangan, serta informasi mengenai jalur pendakian harus dipersiapkan secara matang.
Ia juga meminta pendaki menyampaikan rencana perjalanan kepada pihak terkait dan memilih jalur yang memang telah umum digunakan.
“Kalau hendak melakukan pendakian, persiapkan segala kebutuhan dengan matang. Sampaikan juga rencana pendakian dan gunakan rute yang memang sudah lazim digunakan para pendaki,” pungkasnya.(Nang)








