BULETIN.CO.ID-JOMBANG – Ribuan warga memadati Alun-Alun Jombang, Kamis (12/2) pagi, untuk mengikuti Grebeg Apem yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Tradisi Megengan ini menjadi penanda kesiapan masyarakat menyambut Ramadhan 1447 H.
Kirab 17 gunungan tumpeng apem diberangkatkan dari lapangan Pemkab Jombang oleh Sekretaris Daerah Agus Purnomo, S.H., M.Si bersama jajaran kepala OPD. Arak-arakan yang melibatkan puluhan lembaga pendidikan, grup patrol, dan marching band itu melintasi Jalan KH Wahid Hasyim, Dr. Soetomo, Bupati R. Sudirman, hingga Gubernur Suryo sebelum tiba di Alun-Alun dan disambut Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, Forkopimda, Ketua TP PKK Yuliati Nugrahani Warsubi, serta para kepala OPD.
Angka 17 dipilih sebagai simbol 17 rakaat salat wajib. Sebanyak 15.750 apem warna-warni disusun di atas kendaraan hias, termasuk satu mobil pick-up dan tujuh armada Tossa, untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai wujud sedekah dan tradisi saling memaafkan.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi mengajak masyarakat menyikapi kemungkinan perbedaan awal puasa dengan bijak. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan ukhuwah agar Ramadhan menjadi bulan yang membawa kedamaian.
Momentum Grebeg Apem tahun ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di bulan Februari. Bupati menegaskan bahwa menyambut Ramadhan tak hanya membersihkan hati, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan.
Acara kian semarak saat gunungan apem diperebutkan warga setelah doa bersama dan santunan untuk anak yatim. Meski antusias, kegiatan berlangsung tertib.
Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, memimpin aksi “Sampah Sayang” bersama siswa dan warga untuk memastikan Alun-Alun kembali bersih setelah acara.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Drs. Bambang Sriyadi, M.Si menjelaskan, Megengan Apem digelar lebih awal agar sekitar 4.000 siswa dari 23 SD/MI dan SMP/MTs dapat terlibat sebelum libur awal Ramadhan. Ia berharap tradisi ini terus dilaksanakan dan semakin meriah di tahun-tahun mendatang.
Abin













