Pemerintahan

Walikota Probolinggo Tekankan Mutu dan Kualitas Produk dalam Audiensi bersama UMKM

×

Walikota Probolinggo Tekankan Mutu dan Kualitas Produk dalam Audiensi bersama UMKM

Sebarkan artikel ini

Kota Probolinggo , BULETIN.CO.ID – Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo Aminah Hadi menghadiri halalbihalal dan audiensi yang digelar oleh UDENG MAPAN (UMKM Kademangan Maju dan Terdepan) dengan tajuk “UDENG MAPAN This Is Me” di Pantai Permata, Jumat (26/5).

UDENG MAPAN yang diketuai Nur Hidayati merupakan wadah perkumpulan UMKM di Kecamatan Kademangan yang baru terbentuk di bulan Desember 2022. Awalnya, di Kecamatan Kademangan terdapat 2 paguyuban yaitu KUKB dan UMKM Kademangan, hingga akhirnya bersepakat untuk bergabung menjadi 1 paguyuban yaitu UDENG MAPAN (UMKM Kademangan Maju dan Terdepan).

“Kami baru 5 bulan lahir karena dikukuhkan di tanggal 22 Desember 2022 lalu. Terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kota Probolinggo sehingga kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik dan juga dukungan dari para sponsor,” ujarnya.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kekompakan dan semangat kolaborasi dari masyarakat. Ia menginginkan kreativitas UMKM dapat terfasilitasi sehingga perputaran perekonomian semakin baik. Direncanakan di tahun 2024 mendatang, di dekat Terminal Bayuangga akan dibangun Pujasera (food court) sebagai wadah bagi pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Kademangan.

BACA JUGA :
Status UGG Terancam Dicabut Jika Tidak Ada Progres Yang Baik

Habib Hadi berpesan agar UMKM tetap menjaga mutu dan kualitas produk, agar konsumen puas dan selalu membeli produk tersebut. Bahkan, ia mengingatkan bagi UMKM yang produknya belum memiliki ijin, label halal dan tanggal kadaluarsa (PIRT) perlu segera diurus dengan pendampingan dari DKUMP.

“Jika ada pesanan masuk, mampunya hanya 100 pesanan maka sanggupi segitu, jangan malah menyanggupi lebih tetapi tidak menjaga mutu dan kualitasnya. Jika mutu dan kualitas dijaga maka konsumen akan kembali lagi karena puas dengan mutu dan kualitas yang terjamin,”pesannya.

Kedepan, event UDENG MAPAN harus dikolaborasikan dengan event-event lainnya, sehingga menjadi perpaduan yang bagus untuk mempromosikan dan menjadi wadah pemasaran. Semua kegiatan harus melibatkan UMKM di wilayahnya masing-masing.

Habib Hadi juga mengimbau para pelaku UMKM perlu memahami aturan yang berlaku terkait hasil produk dan olahan UMKM yang diharuskan masuk di E-Catalog. “Jika ada yang tidak bisa, digabungkan dengan yang bisa. Ketua paguyuban bisa merangkul semua sehingga hasil produknya bisa tertampung menjadi satu, sehingga mereka terwadahi dalam market pemasaran yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah. Karena pemerintah harus membeli hasil produk lokal Kota Probolinggo, supaya perputaran ekonominya berjalan,” imbaunya.

BACA JUGA :
Video Viral Palak 50 Ribu Wisatawan Gunung Bromo Akhirnya Minta Maaf

Ia berharap UDENG MAPAN terus bersemangat menghasilkan karya yang terbaik untuk kemajuan UMKM Kota Probolinggo. “Selamat untuk UDENG MAPAN, semangat untuk berkarya melakukan yang terbaik. Berkat kebersamaanlah kita bisa melakukan hal yang terbaik dan bermanfaat. Mari kita bersama-sama untuk Kota Probolinggo tercinta,” harapnya.

Salah satu UMKM Hidi Konveksi, Hida mengungkapkan beberapa kendala terkait E-Catalog, yaitu kurangnya pemahaman terhadap IT dan permodalan UMKM yang terbatas. “Karena tidak adaa down payment (DP) maka kami harus bermodal 2 kali lipat. Jika ada 1-2 pekerjaan kami masih bisa jalan, tetapi ketika sudah 3-5 pekerjaan maka kami hampir tidak sanggup. Apakah kami bisa mengajukan diberikan DP dulu?,” tanyanya.

Demikian juga yang disampaikan Koordinator UMKM Kelurahan Pilang, Tri Endang yang menginginkan adanya pelatihan bahasa inggris bagi pelaku UMKM. “Kami sering kedatangan tamu asing dari kapal pesiar. Karena komunikasi kita dengan bule yang sangat kurang, sehingga kesulitan untuk berkomunikasi,” keluhnya.

BACA JUGA :
Satpol PP Probolinggo Gelar Expose Hasil Operasi Rokok Ilegal

Menanggapi hal itu, Wali Kota Habib Hadi mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menyanggupi terkait DP (down payment). Karena Pemerintah baru boleh membayar jika barang sudah diterima, supaya ada kejelasan dan transparansi. Solusinya bisa dilakukan dengan mengajak UMKM lainnya untuk mensupport agar pekerjaan tersebut tetap bisa berjalan dan terselesaikan.

Terkait pelatihan bahasa inggris, Ia meminta Dispopar Kota Probolinggo untuk memfasilitasi keinginan para pelaku UMKM agar ke depan akan memudahkan komunikasi dengan wisatawan asing.

Sementara itu ditemui usai kegiatan, Kepala DKUMP Fitriawati berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi UMKM di Kecamatan Kademangan agar semakin solid serta semakin maju dan terdepan sesuai dengan namanya UDENG MAPAN. (*)
Pewarta : Sudarsono.

**) Ikuti berita terbaru BULETIN di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.