Berita

Warga Jember Keluhkan Ruas Jalan Provinsi Rusak dan Bergelombang akibat Truk Tamak

×

Warga Jember Keluhkan Ruas Jalan Provinsi Rusak dan Bergelombang akibat Truk Tamak

Sebarkan artikel ini
Jember
Foto : Kendaraan tambang di salah satu tambang yang ada di wilayah Jember selatan.

Jember, BULETIN.CO.ID – Ruas Jalan provinsi bergelombang diduga akibat tingginya aktivitas kendaraan tambang yang melebihi muatan mendapatkan perhatian dari masyarakat yang ada di beberapa Kecamatan di Kabupaten Jember.

Adapun ruas jalan utama yang rusak diantaranya di ruas jalan protokol provinsi di Kecamatan Gumukmas, Puger, Rambipuji, Kencong, Jombang dan Kecamatan Balung.

Masyarakat di beberapa wilayah Kecamatan  tersebut mengeluh karena sering dilalui kendaraan tambang, bahkan menurut keterangan SB(40), warga berencana akan protes atas rusaknya jalan ruas provinsi Jawa timur tersebut.

“Kami akan protes, semalam pada Kamis (31/10/2024) kami bersama warga siapkan sweeping atas kendaraan tambang, sayangnya tak satupun kendaraan tambang yang lewat,” jelas SB.

BACA JUGA :
1.814 Sertifikat Warga Darungan Jember 100 Persen Selesai, 500 Lembar Sudah Dibagikan

Atas adanya keluhan dari warga di beberapa Kecamatan tersebut media ini menghubungi DPRD Provinsi Jawa Timur Agus Yudha Wicaksono, Jum’at(1/11/2024) lewat sambungan telepon WhatsApp.

“Ada beberapa sebab atas lalu lalang bebas kendaraan tambang, yang pertama itu adalah konsekuensi tidak adanya batasan tonase yang seharusnya itu ada. Sehingga jalan-jalan yang dilalui oleh truk pasir atau kendaraan tambang tidak melebihi kapasitas tonase,” terangnya. 

“Pembatasan tonase dulu ada dan itu menjadi kewenangan provinsi Jawa timur, tapi akhirnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sehingga seluruh jalur yang dilalui baik jalur provinsi, kabupaten dilalui kendaraan bertonase tinggi Karana tidak ada batasan,” imbuhnya.

Lanjut Agus Yudha, Jika demikian pengendara pengangkut hasil tambang tidak akan bisa mengira-ngira tonase angkutan.

BACA JUGA :
Polres Jember Barhasil Ungkap 34 Tersangka Kasus Narkotika, Salah Satunya BB 1.3 KG Sabu

Kaitan dengan hal tersebut DPRD Jatim akan memberikan saran dan pendapat kepada pemerintah agar ada kontrol tonase, walaupun itu tidak resmi seperti waktu ada undang-undang itu berlaku.

Namun demikian, pihaknya akan meyampaikan ke fraksi dan komisi yang membidangi atas beberapa ruas jalan yang rusak akibat kendaraan yang kelebihan tonase.

Sedangkan dari pantauan media ini atas jalan  rusak dan bergelombang di beberapa ruas, pihak dinas PU Bina Marga provinsi Jawa Timur melakukan perbaikan, sayangnya perbaikan jalan tersebut tidak bertahan lama karna dilewati kendaraan tambang yang diduga melebihi kapasitas jalan yang dilalui.

Warga khawatir atas rusaknya jalan tersebut berpotensi terhadap keselamatan dan jiwa para pengguna jalan.

BACA JUGA :
Geram, Masyarakat Puger, Kencong dan Jombang Kembali Blokade Jalan Provinsi di Jember 

Akibat keluhan jalan rusak dan gerekan di berbagai komunitas tersebut sudah menjadi pembahasan ramai di media sosial .

Sementara itu dari data yang berhasil dihimpun, beberapa waktu yang lalu atas lalu lalang kendaraan tambang sempat didemo oleh masyarakat di wilayah Jember selatan dan hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah di Kabupaten Jember.

Tak hanya itu laka lantas antara kendaraan tambang dan pengguna jalan juga sering terjadi hingga sebabkan beberapa masyarakat pengguna jalan menjadi korban serta meninggal dunia.

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.