Scroll untuk baca artikel
Berita

Diskan Probolinggo Gelar Bimtek Manajemen Usaha Kelompok

×

Diskan Probolinggo Gelar Bimtek Manajemen Usaha Kelompok

Sebarkan artikel ini
Foto : Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo, BULETIN.CO.ID – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) manajemen usaha kelompok di UPT Pengembangan Budidaya Air Tawar/Payau Dringu Diskan Kabupaten Probolinggo, Rabu (31/7/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang merupakan pembudidaya penerima Peti Koin Bermantra dari Kecamatan Maron dan Leces. Sebagai narasumber berasal dari Assosiasi PUPUK (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil) Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurhasanah dari Asosiasi PUPUK menerangkan tentang manajemen usaha yaitu tata cara membuat rencana usaha, pengelola modal usaha dan cara pengembangan usaha, menumbuhkan jiwa enterpreneur pada pembudidaya ikan lele yang menjadi klaster APP (Anti Property Program) yang sekarang menjadi Peti Koin Bermantra (Program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri Dan Sejahtera).

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Wahid Noor Aziz menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada pembudidaya cara membuat rencana usaha, pengelolaan modal usaha dan cara mengembangkan usaha.

“Selain itu, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa entrepreneur/wirausaha pada pembudidaya kecil serta pembudidaya mengetahui tentang teknik pemasaran yang lebih menguntungkan,” ujarnya.

Sementara Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman mengatakan ikan lele merupakan komoditas budidaya air tawar yang sangat digemari oleh masyarakat. Dalam 15 tahun terakhir Kabupaten Probolinggo telah mengembangkan komoditas ikan lele dengan system air tenang dengan memanfaatkan pekarangan dan tersebar dari dataran pantai sampai daerah pegunungan.

“Hal ini terlihat dari peningkatan produksi ikan lele dari tahun ke tahun dan pada tahun 2023 sebesar 682,6 ton. Komoditas ikan lele sangat digemari oleh masyarakat, sehingga usaha budidaya lele cukup menjamur di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Selain itu jelas Aruman, ikan lele juga mudah dibudidayakan, bisa ditebar dengan kepadatan tinggi dan pasarnya masih terbuka luas. Karena kondisi inilah, maka budidaya ikan lele kemudian banyak dijadikan sarana dalam program pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Namun permasalahan klasik dalam usaha lele adalah keuntungan yang relatife kecil, sehingga pembudidaya mengalami kesulitan dalam pengelolaan keuangannya. Hal ini pula yang menjadi penyebab sulitnya pengembangan usaha budidaya lele terutama pada masyarakat miskin yang masuk dalam APP (Anti Prperty Program),” jelasnya.

Menurut Aruman, APP merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu kebijakan percepatan penanganan kemiskinan, untuk mendorong pendapatan dan daya beli penduduk miskin melalui pemberdayaan usaha dengan pola kemitraan berbasis kluster, yang sekarang sudah berganti menjadi Peti Koin Bermantra (Program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri dan Sejahtera).

“Peti Koin Bermantra ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi yang diperuntukkan bagi penduduk miskin produktif yang bekerja di sektor pertanian dalam arti luas, khususnya di wilayah pedesaan melalui pendekatan keperantaraan pasar,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Sudarsono.

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130