Scroll untuk baca artikel
TNI

TNI AD Realisasikan Program Presiden RI Berupa Jembatan Garuda di Bondowoso, Empat Lokasi Jadi Prioritas

×

TNI AD Realisasikan Program Presiden RI Berupa Jembatan Garuda di Bondowoso, Empat Lokasi Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pembangunan Jembatan Garuda di Bondowoso. Selasa, 31/03/2026.(Foto: Nang/BULETIN)

Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Upaya peningkatan konektivitas wilayah di Kabupaten Bondowoso mulai menunjukkan progres melalui realisasi Program Jembatan Garuda atau Jembatan Perintis. Program kolaborasi pemerintah pusat bersama TNI Angkatan Darat ini resmi dimulai dengan pembangunan empat jembatan prioritas sejak Senin, 30 Maret 2025.

‎Komandan Kodim (Dandim) 0822 Bondowoso, Letkol Inf Prawito, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya mengajukan sembilan titik pembangunan jembatan yang dinilai krusial. Namun, pada tahap awal pelaksanaan, hanya empat lokasi yang mendapatkan persetujuan anggaran.

‎“Dari total sembilan usulan, sementara ini empat titik yang bisa direalisasikan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

‎Keempat titik tersebut tersebar di sejumlah wilayah strategis. Di antaranya jembatan sepanjang 45 meter di Desa Sukowiryo yang menghubungkan wilayah Kecamatan Bondowoso dan Grujugan. Selanjutnya, jembatan di Desa Sumber Salak sepanjang 35 meter yang menunjang akses antarwilayah di Kecamatan Grujugan.

‎Pembangunan juga dilakukan di Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo dengan panjang 30 meter. Sementara satu titik lainnya berada di Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, yang menjadi jalur penghubung penting antara Kabupaten Bondowoso dan Situbondo.

‎Menurut Prawito, pembangunan di Gadingsari menjadi perhatian utama karena memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lintas daerah. Ia menyebut, sebagian warga Situbondo lebih mengandalkan akses ke Bondowoso untuk kegiatan perdagangan dan distribusi hasil pertanian.

‎“Secara jarak dan waktu tempuh, akses ke Bondowoso jauh lebih dekat dan mudah dijangkau dibandingkan ke pusat Situbondo,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, kondisi jembatan sebelumnya di beberapa titik masih bersifat darurat, menggunakan material sederhana seperti kayu dan bambu yang rawan rusak, terutama saat musim hujan dan banjir. Oleh karena itu, pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan mendesak demi keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan dilakukan dengan sistem padat karya yang melibatkan masyarakat setempat. Selain mempercepat proses pengerjaan, langkah ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.

‎“Pengerjaan melibatkan warga dengan pendampingan teknis, sehingga kualitas konstruksi tetap terjaga dan aman digunakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

‎Secara nasional, Program Jembatan Garuda kini telah memasuki tahap ketiga. Namun, bagi Bondowoso, realisasi ini menjadi langkah awal dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang merata.

‎Seluruh pengerjaan empat jembatan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 1,5 hingga 2 bulan, dengan sistem pengerjaan dilakukan secara bersamaan di masing-masing lokasi.(Nang)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130