Scroll untuk baca artikel
Berita

Luncurkan Jenama Probolinggo Kota Bersolek, Wali Kota: Momen Arah Masa Depan, Satukan Semangat dan Perkuat Identitas

×

Luncurkan Jenama Probolinggo Kota Bersolek, Wali Kota: Momen Arah Masa Depan, Satukan Semangat dan Perkuat Identitas

Sebarkan artikel ini
Probolinggo
Foto : Probolinggo Kota Bersolek yang dirangkai dengan Kilas Prestasi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota Dokter Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Selasa (31/3/2026)

Probolinggo Kota , BULETIN.CO.ID – Pemerintah Kota Probolinggo resmi meluncurkan Jenama Kota (City Branding) “Probolinggo Kota Bersolek” yang dirangkai dengan Kilas Prestasi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota Dokter Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari. Peluncuran ini bukan sekadar seremoni atau pengenalan identitas visual, melainkan momentum penting memperkuat arah dan tujuan Pembangunan daerah.

“Ini adalah momentum untuk menegaskan arah masa depan Kota Probolinggo, menyatukan semangat, dan memperkuat identitas kita sebagai kota yang terus bergerak maju. City branding harus menjadi pengikat semangat bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Wali Kota Dokter Aminuddin.

Menurutnya, branding kota merupakan representasi jiwa dan arah kolektif pembangunan. “City branding bukan sekadar wajah luar, tetapi jiwa kota yang menentukan arah bersama. Pembangunan tidak cukup hanya dengan program dan anggaran, tetapi membutuhkan identitas yang kuat dan rasa memiliki dari masyarakat,” tegas wali kota.

BACA JUGA :
30 Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Pemkab Probolinggo Dimutasi

Transformasi dari “Impressive Probolinggo City” menuju “Probolinggo Kota Bersolek” pun disebut sebagai bagian dari perubahan paradigma pembangunan. Jika sebelumnya berorientasi pada citra global, kini pembangunan diarahkan pada penguatan potensi lokal serta keberlanjutan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.

Konsep “BERSOLEK” sendiri tidak hanya dimaknai sebagai upaya memperindah kota secara fisik, tetapi juga mencerminkan pembangunan yang menyeluruh, mulai dari penataan lingkungan, peningkatan kualitas hidup, hingga penguatan daya saing daerah. Dalam filosofi tersebut, “BERSOLEK” menjadi simbol gerakan bersama untuk menjadikan kota lebih bersih, tertata, nyaman, dan manusiawi.

Dokter Aminuddin juga menegaskan bahwa “BERSOLEK” merupakan akronim dari nilai-nilai utama Pembangunan. Yakni Bersih, Elok, Ramah, Sejahtera, Original, Lestari, Edukatif, dan Kreatif. Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Probolinggo Kota Bersolek adalah langkah bersama, menjaga harmoni alam, merawat jati diri budaya, dan menghadirkan kualitas hidup yang terus tumbuh menuju kota modern yang sejahtera,” ungkap Wali Kota Amin, saat launching logo di Paseban Sena, Selasa (31/3) malam.

BACA JUGA :
PGRI Probolinggo Gelar Konferensi Kerja Kabupaten IV Tahun 2024

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan “Probolinggo Kota Bersolek” sebagai gerakan kolektif. “Kota yang hebat bukan hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh warganya. Mari kita jadikan BERSOLEK sebagai semangat bersama dalam menjaga kebersihan, merawat budaya, dan mendorong ekonomi rakyat,” ajaknya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari mengatakan jenama dan program pembangunan telah direncanakan matang dan berbasis data. Ina berharap masyarakat Kota Probolinggo terus mendukung program-program agar pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo terus meningkat. “Kami berharap masyarakat terus mendukung program-program kami demi kesejahteraan dan kemajuan kota tercinta ini,” tutupnya.

Dalam peluncuran tersebut, juga diserahkan sertifikat hak cipta logo Probolinggo Kota Bersolek dari Kepala BAPPERIDA Rey Suwigtyo kepada Wali Kota Dokter Aminuddin, Wawali Ina dan Ketua TP PKK Dokter Evariani Aminuddin.

BACA JUGA :
Pemkab Probolinggo Gelar Rakor Persiapan Akhir Tahun 2024

Sesuai Perwali Nomor 10 Tahun 2026 tentang Jenama Daerah akronim dan representasi nilai daerah adalah Bersih, yaitu komitmen terhadap kebersihan lingkungan dan tata kelola kota yang sehat; Elok, yaitu keindahan tata ruang dan kualitas ruang publik; Ramah, yaitu karakter masyarakat yang inklusif dan pelayanan publik yang humanis; Sejahtera, yaitu peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat; Original, yaitu pembangunan yang berorientasi pada potensi lokal dan keberlanjutan; Lestari, yaitu pelestarian lingkungan dan sumber daya alam; Edukatif, yaitu penguatan peran pendidikan dan literasi masyarakat; dan Kreatif, yaitu pengembangan inovasi dan ekonomi kreatif. (*)

Penulis : Sudarsono

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130