Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso mulai mematangkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas peran NU dalam pemberdayaan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam resepsi pelantikan pengurus PCNU Bondowoso yang dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kegiatan digelar di Pondok Pesantren Darul Falah, Desa Ramban Kulon,Kecamatan Cermee, Bondowoso, Sabtu (8/8/2026) malam.
Ketua PCNU Bondowoso, Dr. H. Syaeful Bahar, menyampaikan bahwa kepengurusan ke depan akan memprioritaskan penguatan internal organisasi. Menurutnya, program kerja harus tetap berakar pada nilai dan tradisi perjuangan para kiai, namun mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.
“Yang terpenting hari ini saya kira penguatan di internal,” ujar Syaeful Bahar.
Ia menjelaskan, NU memiliki sejumlah badan dan lembaga yang selama ini telah berkiprah dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, sosial, hingga penanganan kebencanaan. Potensi tersebut dinilai perlu dikonsolidasikan agar program yang dijalankan lebih terarah dan memberikan dampak nyata.
Memasuki perjalanan satu abad kedua NU, PCNU Bondowoso juga akan menyusun program berdasarkan skala prioritas dengan target yang realistis. Salah satu perhatian utama diarahkan pada sektor ekonomi masyarakat.
Syaeful Bahar melihat Bondowoso memiliki potensi ekonomi yang cukup besar untuk dikembangkan. Karena itu, pemberdayaan ekonomi warga akan didorong melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Karena ngurus warga NU itu sama dengan ngurus warga Bondowoso,” katanya.
Dukungan terhadap penguatan sinergi tersebut juga disampaikan Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dafir. Ia menilai hubungan antara NU dan pemerintah daerah perlu terus dibangun dalam rangka mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak sebatas pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia serta berbagai program yang berkaitan langsung dengan kemaslahatan masyarakat.
“NU bukan hanya organisasi kemasyarakatan, tetapi juga organisasi kesejarahan yang punya andil besar dalam lahirnya NKRI,” ungkap Ahmad Dafir.
Ia berharap kolaborasi antara NU dan pemerintah dapat terus diperluas dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Sementara mengenai dinamika organisasi NU di tingkat nasional, Syaeful Bahar menegaskan PCNU Bondowoso akan tetap berpegang pada aturan dan mekanisme organisasi. Setiap persoalan akan dibahas melalui forum resmi sebelum menghasilkan keputusan.
“PCNU Bondowoso tentu akan melalui mekanisme yang benar. Kita akan rapat, kita akan pleno,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan sosial yang semakin kompleks membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, NU akan terus membuka ruang kolaborasi agar berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama.
Penguatan konsolidasi internal, pemberdayaan ekonomi, serta sinergi lintas sektor pun diharapkan menjadi pijakan PCNU Bondowoso dalam menjalankan khidmat organisasi pada periode mendatang.(Nang)
Beranda
Berita
PCNU Bondowoso Fokus Perkuat Organisasi dan Ekonomi Warga, Siapkan Sejumlah Program Prioritas
PCNU Bondowoso Fokus Perkuat Organisasi dan Ekonomi Warga, Siapkan Sejumlah Program Prioritas
Nanang Ervandi3 min baca

Saeful Bahar, Ketua PCNU Bondowoso saat diwawancara usai acara Resepsi Pelantikan Pengurus







