Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badean, Kabupaten Bondowoso, terus melakukan pembenahan internal guna meningkatkan efektivitas dan profesionalisme pengelolaan dapur dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengevaluasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Gizi Nasional (SIPGN), khususnya dalam penerapan sistem absensi bagi seluruh karyawan.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses pencatatan kehadiran berjalan tertib, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Platform SIPGN sendiri memiliki sistem HRIS yang dirancang untuk mendukung pengelolaan sumber daya manusia secara terintegrasi dan terdokumentasi, termasuk fitur presensi.
Penguatan sistem absensi dinilai penting karena kedisiplinan dan kehadiran tenaga kerja menjadi salah satu faktor penunjang kelancaran operasional dapur SPPG. Dengan pencatatan yang lebih tertib, pengelola dapat melakukan pemantauan kehadiran serta evaluasi kinerja secara lebih terukur.
Selain mengevaluasi penggunaan SIPGN, SPPG Badean juga melakukan pengenalan koki baru yang akan mendukung operasional dapur. Kehadiran tenaga tambahan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi koki tunggal yang selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses produksi makanan.
Pengenalan koki baru sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan sistem kerja yang lebih solid. Dengan adanya tambahan tenaga yang memahami proses pengolahan makanan, beban kerja dapat dibagi secara lebih proporsional sehingga proses produksi menu MBG tetap berjalan efektif.
Langkah tersebut juga menjadi bentuk antisipasi agar operasional dapur tidak terlalu bergantung pada satu tenaga koki. Regenerasi dan penguatan sumber daya manusia menjadi penting untuk menjaga kesinambungan produksi serta memastikan standar pengolahan makanan tetap terjaga.
SPPG Badean menegaskan bahwa evaluasi internal akan terus dilakukan secara berkala, baik terhadap sistem administrasi, kedisiplinan tenaga kerja maupun pola kerja di dapur.
Dengan pembenahan tersebut, SPPG Badean berharap seluruh unsur operasional dapat bekerja semakin terkoordinasi sehingga pelayanan Makan Bergizi Gratis kepada para penerima manfaat dapat berlangsung secara konsisten, efektif, dan berkualitas.
Penguatan tata kelola ini sejalan dengan fungsi SIPGN yang memang dikembangkan untuk membantu pemantauan kinerja dan operasional SPPG secara lebih terukur serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data.(Nang)








