Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Kobaran api kembali mengancam kawasan hutan di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Kebakaran terjadi di lahan ilalang kawasan Curah Penai, Petak 87 Perhutani, Dusun Gending Waluh, Desa Kalianyar, Senin (28/9/2026) pagi.
Titik api pertama kali diketahui masyarakat sekitar pukul 06.10 WIB. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti personel Posramil Ijen bersama jajaran RPH dan mandor Perhutani dengan mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 07.40 WIB, petugas langsung melakukan pemadaman secara manual. Peralatan sederhana berupa gebyok dan ranting digunakan untuk memutus dan menekan titik-titik api agar kobaran tidak menjalar ke bagian kawasan hutan lainnya.
Penanganan kemudian diperkuat setelah Danposramil Ijen bersama Asper Perhutani Sumber Wringin tiba di lokasi sekitar pukul 09.25 WIB. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan api, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap arah pergerakan kobaran serta kondisi vegetasi di sekitar titik kebakaran.
Muspika Ijen juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan menghubungi BPBD Bondowoso sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kebakaran berkembang dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Hingga sekitar pukul 11.10 WIB, proses pengendalian masih dilakukan. Tiga personel Posramil Ijen dan empat personel Perhutani terlibat langsung dalam pemadaman serta pemantauan di lokasi.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban dari petugas dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil juga belum dilaporkan.
Kebakaran di kawasan yang ditumbuhi ilalang dan vegetasi kering menjadi perhatian tersendiri karena kondisi tersebut berpotensi mempercepat penyebaran api. Karena itu, penanganan sejak titik api pertama diketahui menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran meluas.
Danposramil Ijen menegaskan bahwa penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan lintas pihak. Menurutnya, personel TNI bersama Perhutani terus melakukan pemadaman dan pemantauan sembari menjaga koordinasi dengan instansi terkait.
“Kami bersama Perhutani terus melakukan pemantauan dan pemadaman secara manual. Koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan hutan Ijen. Kecepatan masyarakat melaporkan keberadaan titik api, respons petugas, serta koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mengantisipasi ancaman Karhutla.
TNI melalui Posramil Ijen bersama Perhutani dan unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi kawasan pascakebakaran tetap terkendali. (Nang)
Karhutla Melanda Petak 87 Ijen Bondowoso, TNI-Perhutani Berjibaku Cegah Api Meluas
Nanang Ervandi2 min baca








