Scroll untuk baca artikel
Kriminal

Cemburu Buta, Oknum Kiai di Pamekasan Harus Mendekam di Balik Jeruji Besi

×

Cemburu Buta, Oknum Kiai di Pamekasan Harus Mendekam di Balik Jeruji Besi

Sebarkan artikel ini
Pamekasan
Polisi saat menunjukkan barang bukti berupa sebilah celurit lengkap dengan sarungnya yang digunakan pelaku untuk membacok korban. (dok. Humas Polres Pamekasan)

Pamekasan, BULETIN.CO.ID – Sempat ramai di media massa terkait kasus pembacokan yang dilakukan oleh oknum kiai. Kini pelaku telah ditahan di Polres Pamekasan.

Atas penahanan terhadap oknum kiai tersebut, Polres Pamekasan menggelar konferensi pers ungkap kasus pembacokan di Desa Rek-Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Kamis (19/3/2026) siang.

Tersangka merupakan oknum kiai berinisial AD (M) asal Desa Campor, Kecamatan Proppo. Terduga pelaku ini berhasil diamankan Polisi di wilayah kota Pamekasan, Rabu (18/3).

BACA JUGA :
Persit Kodim 0826 Pamekasan Sambangi Keluarga Prajurit Yang Sakit Menahun

Korban yakni AR (27) warga Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (14/3/2026).

KBO Satreskrim Polres Pamekasan, Iptu Herman Jayadi menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan tersangka ini didasari rasa cemburu terhadap korban.

“Tersangka ini sempat melarikan diri dari tempat kejadian usai melakukan penganiyaan berat menggunakan sebilah celurit kepada korban,” kata Herman Jayadi.

BACA JUGA :
Wakil Bupati Turut Berduka Cita, Beri Tali Asih Keluarga Dua Bocah Tenggelam

Selain tersangka yang diringkus, Kata dia, Polres Pamekasan juga sudah mengamankan sepeda motor pelaku dan sebilah celurit yang dipakai pelaku saat membacok korban.

“Kami telah mengamankan barang bukti berupa sepeda motor pelaku dan sebilah celurit yang dipakai pelaku saat membacok korban,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, tersangka ini tidak sengaja berpapasan di jalan dengan korban. Namun, dari pengakuannya, tersangka tersebut sebelumnya memang mengincar korban.

BACA JUGA :
Danrem 084/Bhaskara Jaya Pantau Sumur Bor Bantuan Kemenhan di Pamekasan

“Aksi yang dilakukan pelaku ini didasari rasa cemburu terhadap korban. Pelaku sebelumnya memang mencari keberadaan korban,” ucapnya.

Menurutnya, tersangka saat ini akan menjalani proses hukum selanjutnya. Dan polisi tetap akan melakukan pendalaman guna mengungkap secara jelas perkara tersebut.

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130