Scroll untuk baca artikel
Berita

Dari Gerak Jalan Jadi Pawai Budaya, Taring ke-19 Sumber Wringin Bondowoso Semakin Meriah

×

Dari Gerak Jalan Jadi Pawai Budaya, Taring ke-19 Sumber Wringin Bondowoso Semakin Meriah

Sebarkan artikel ini
Peserta gerak jalan Tapen, Sukosari, Sumber Wringin sedang beraksi digaris Finish depan Kantor Kecamatan Sumber Wringin, Sabtu, 29/08/2026.(Foto:Nang/BULETIN)

Bondowoso, BULETIN.CO.ID — Suasana meriah mewarnai Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (29/8/2026). Ratusan peserta ambil bagian dalam ajang Gerak Jalan Tapen–Sekosari–Sumber Wringin (Taring) ke-19 yang tahun ini kembali digelar dengan sentuhan pawai budaya.

‎Peserta menempuh rute sekitar tujuh kilometer, dengan perjalanan dimulai dari kawasan Tapen dan berakhir di Kantor Kecamatan Sumber Wringin. Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga sekitar pukul 16.30 WIB.

‎Camat Sumber Wringin, Probo Nugroho, menyampaikan bahwa Taring telah mengalami perkembangan dari sekadar perlombaan gerak jalan menjadi sebuah kegiatan yang turut mengangkat keberagaman budaya Nusantara.

‎“Kurang lebih 60 kelompok, satu kelompok terdiri dari tujuh peserta,” ujar Probo.

‎Tahun ini, pelaksanaan Taring mengangkat tema “Harmoni Nusantara dan Modernisasi”. Selain kekompakan dan kemampuan peserta dalam mengikuti gerak jalan, penilaian juga mempertimbangkan kesesuaian kostum maupun penampilan dengan tema serta kreativitas yang ditampilkan masing-masing kelompok.

‎Menurut Probo, keberadaan pawai budaya dalam kegiatan Taring menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan berbagai kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi hiburan warga dalam rangka memeriahkan momentum bulan kemerdekaan.

‎“Kami ingin menawarkan budaya kepada masyarakat luas dan memberikan edukasi terkait budaya yang ada di Nusantara,” katanya.

‎Taring sendiri telah memasuki penyelenggaraan yang ke-19. Pada awalnya, kegiatan tersebut hanya berupa gerak jalan dengan rute Tapen hingga Sumber Wringin. Namun, seiring berjalannya waktu, unsur pawai budaya mulai menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

‎Dalam Taring tahun ini, peserta menghadirkan beragam kreativitas dengan mengusung budaya dari berbagai daerah. Salah satunya terlihat dari penampilan yang mengangkat unsur budaya Bali.

‎Konsep serupa juga telah mewarnai pelaksanaan Taring pada tahun-tahun sebelumnya. Berbagai kesenian dan budaya Nusantara ditampilkan peserta, termasuk kisah Roro Jonggrang yang pernah menjadi bagian dari kemeriahan pawai budaya.

‎Dengan menggabungkan olahraga, seni, dan budaya, Taring ke-19 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada generasi muda dan masyarakat luas.(Nang)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130