Banyuwangi, BULETIN.CO.ID – Pimpinan anak cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama/PC Isnu Kecamatan Kalibaru & Glenmore gelar Dialog Interaktif Alih Fungsi Lahan,Minggu 20/11/2022 di Hotel Margo Utomo 2 Kalibaru Banyuwangi.
Ini merupakan buntut dari banjir yang melanda Desa Kalibaru Wetan,Kecamatan Kalibaru,yang mana diduga banjir muaranya dari perkebunan PTPN XII afdeling kebun Jatiroto dulunya merupakan tanaman keras berupa Kakao sekarang menjadi tanaman tebu.
Hadir dalam acara dialog antara lain :
1) Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.Spd. sebagai keynote speaker
2) Ketua PCNU Banyuwangi,Gus Ali Makki jaini sebagai pembuka acara.
3) Anggota DPR RI Komisi VI Sonny T.Danaparamita sebagai pembicara 1
4) Ketua Dewan Gula Nasional ( APTRI)
H.M.Arum Sabil S.P. pembicara 2
5) Kepala Bappeda Banyuwangi Dr Suyanto Waspo T.W.M.SI sebagai pembicara 3.
6)Kormenbun Banyuwangi Sanuri sebagai pembicara 4
Juga turut hadir forpimka dan tokoh masyarakat Kalibaru dan semua anggota NU Kalibaru dan Glenmore.
Dalam sambutannya Gus Maki menyampaikan” dalam rangka menuju Hutara ( Hunian Sementara)pihak PCNU telah menyiapkan 10 rumah dengan sistem sewa selama 10 tahun bagi warga yang menunggu realisasi menuju Hutara. Dan sudah tidak masanya lagi saling menyalahkan. maka, dalam dialog pagi nantinya bisa dijadikan evaluasi ke depannya oleh pihak jajaran terkait,”ujarnya
Gus Maki juga menjelaskan bahwa setiap keseimbangan alam tetap akan menimbulkan dampak kedepannya.
“Semua hal tentu akan membuahkan hasil antara positif dan negatif, sehingga dalam peristiwa bencana banjir yang telah terjadi di desa kalibaru wetan mampu memberikan pelajaran bagi semua pihak, dari pada saling menyalahkan, solusi yang berujung dengan aksi kepada seluruh korban banjir secara maksimal.” Kata Ali Maki Zaini
Sementara Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi Abdul Azis menyampaikan” tercetusnya ide acara ini terjadi setalah pihak PCNU melakukan Bansos di wilayah dampak banjir desa Kalibaru wetan. Ada Sebuah Pabrik Gula Glenmore yang ada di wilayah PTPN XII, adanya pabrik tersebut sebenarnya telah muncul letupan-letupan penolakan atas pembangunan pabrik tersebut, sehingga adanya ahli fungsi lahan tanaman kakao, karet, kelapa menjadi tanaman tebu membuahkan tangisan kepada masyarakat,” Ungkapnya
Aziz menambahkan” Jika memang tanaman tebu terpaksa ada bisa memberikan dampak positif, nilai ekonomi tambahan kepada masyarakat Glenmore dan sekitarnya.”paparnya
Penegasan terkait regulasi di tegaskan oleh Sonny T Dana paramita anggota DPR-RI komisi VI. Dirinya, menilai bahwa belum tentu pihak PTPN XII tidak patuh aturan.
” Tidak mungkin pihak PTPN XII lupa akan regulasi daerah, akan tetapi yang jelas, terjadi bencana banjir tersebut karna curah hujan dengan intensitas tinggi sebagai penyebabnya,”
Berbeda dengan apa yang telah di sampaikan oleh Sony. wakil ketua DPRD banyuwangi Ruliono lebih menyampaikan tentang hasil kerja.
” Kebijakan akan dilakukan dari hulu dan hilir bersama stickholder terkait tentang keselamatan masyarakat di atas segala gala nya,” terangnya
Ruliono menegaskan bahwa untuk PT gelenevis dan PT Glenmore mengembalikan komoditi tanaman keras seperti semula dan tidak ada tawar dan menawar, Karan kedua perkebunan swasta tersebut tidak memiliki izin peralihan tanaman ataupun lahan.” Jelasnya
Dirinya juga merekomendasikan kepada pihak bupati agar tidak memberikan izin ada nya alih fungsi lahan tanaman kepada pihak manapun.
Menangapi hal itu pihak PTPN XII melalui Sanuri kormenbun wilayah Banyuwangi menyampaikan“ acara ini memang momentum yang tepat dalam mengkaji semua aspek tentang apa yang terjadi saat ini akan musibah bencana alam banjir di area Kalibaru. Kami pun akan tetap dan fokus kepada relokasi warga terdampak banjir hingga saat ini, dengan segala upaya melalui aksi yang nyata di lapangan, semua penaggulangan akan musibah bencana memang terkesan lambat, beberapa acara hering telah kami hadiri bersama pimpinan daerah yang lain, namun nyatanya hingga saat ini belum ada keputusan yang jelas atas hasil Hearing-tersebut,”ulasnya
Selain itu Sanuri menegaskan kini banyak opini yang bergentayangan bahwa pihak PTPN XII menjadi biang kerok semuanya atas bencana yang terjadi.
Ia menegaskan merelokasi lahan itu ranahnya penanam saham syarat dan ketentuan tetap berlaku Namun demikian PTPN XII sudah menyiapkan Hunian sementara di perumahan Emplasement yang sudah di sediakan oleh PTPN XII yakni di kebun jatirono dan kendenglembh, “tegasnya
“Jika memang apa yang telah kami upayakan masih belum terlihat, silahkan kritik kami, dengan catatan, jika hal ini pihak PTPN XII hanya dianggap berpangku tangan semata, semua jajaran sudah bergerak cepat dengan pihak-pihak terkait di lokasi banjir tanpa mengenal waktu, untuk membantu semua warga masyarakat dengan mendatangkan 2 alat berat dan 7 armada Dum truck terjun langsung ke lapangan guna ikut pembersihan material, selain itu juga memberikan bantuan sembako dan uang untuk meringankan mereka yang terdampak, “pungkasnya sanuri