Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Gelaran hiburan musik DJ dalam rangka Bondowoso Digital Day di Alun-alun Ki Bagus Asra, Sabtu (25/7/2026) malam, memicu polemik setelah beredarnya video yang memperlihatkan sepasang pria dan wanita menari di atas panggung. Aksi tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat dan dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung di Kabupaten Bondowoso.
Sorotan tajam datang dari DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bondowoso. Melalui pernyataan resminya, PPP menilai pertunjukan tersebut menghadirkan nuansa hiburan yang dianggap tidak sesuai dengan karakter Bondowoso sebagai daerah yang religius dan menjunjung tinggi norma sosial.
PPP menyebut penampilan tersebut dinilai mencederai nilai agama dan moral, melukai perasaan masyarakat, serta berpotensi merusak citra dan budaya daerah. Karena itu, partai berlambang Ka’bah tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama aparat penegak hukum untuk memperketat mekanisme perizinan, standar operasional prosedur (SOP), dan pedoman etika dalam setiap penyelenggaraan hiburan publik.
Selain itu, PPP juga meminta panitia penyelenggara menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat serta tidak lagi menghadirkan konsep hiburan serupa dalam agenda resmi pemerintah di masa mendatang.
Kritik serupa disampaikan DPC PKB Bondowoso. Sekretaris DPC PKB, Tohari, menilai viralnya insiden tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan selama acara berlangsung.
Menurutnya, apabila perencanaan dan pengawasan dilakukan secara optimal, kejadian yang memicu kontroversi tersebut seharusnya dapat dicegah.
“Saya yakin sejak awal kegiatan ini tidak dirancang seperti itu karena merupakan kegiatan pemerintah daerah. Namun pengamanan dan pengawasannya yang kurang maksimal,” ujar Tohari.
PKB menegaskan peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh penyelenggara kegiatan, baik pemerintah maupun pihak swasta. Menurutnya, setiap hiburan yang digelar di ruang publik harus tetap memperhatikan norma, adat istiadat, dan nilai akhlakul karimah yang menjadi identitas masyarakat Bondowoso.
Sebagai tindak lanjut, Fraksi PKB DPRD Bondowoso berencana menugaskan anggota komisi terkait untuk meminta klarifikasi mengenai penyelenggaraan acara tersebut.
“Kami ingin memastikan apakah penampilan musik DJ beserta aksi di atas panggung itu memang bagian dari konsep acara sejak awal atau terjadi secara spontan di luar perencanaan,” katanya.








