Jember, BULETIN.CO.ID – Harga gabah di tingkat petani berkisar Rp.5.600 per kilogram, hal tersebut dikemukakan KH (55) petani asal Desa Gumelar Kecamatan Balung Kabupaten Jember, (04/04/2025). sedangkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) padi kering Rp.6.500 per kilogram.
“Saya jual padi hasil panen dari sawah kemaren laku Rp.5.600, per kilogram,” ujar KH setelah panen padinya seluas 1 hektar.
Ditanya seputar harga beli gabah dari pemerintah sebesar Rp.6.500 per kilogram dirinya mengatakan mengetahuinya melalui medsos.
“Saya seneng awalnya mendengar harga gabah Rp.6.500 per kilogram, tapi setelah panen ternyata dibeli pedagang seharga Rp.5.600, gimana lagi ya kita lepas,” ujarnya.
“Seandainya benar dibeli dengan harga Rp.6500 petani pasti sangat senang, karena keuntungan akan bertambah banyak. Kami hanya petani kecil mas, tidak punya modal , terpaksa kita jual untuk menutup kebutuhan sehari hari dan kebutuhan musim tanam selanjutnya,” imbuhnya.
Sedangkan dari informasi yang dihimpun media ini dari pengakuan salah satu pedagang padi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan dirinya membeli gabah di tingkat petani seharga Rp.5.600 sampai Rp.5.700 per kilogram.
“Kami beli gabah di tingkat petani seharga Rp.5.600-Rp.5.700.per kilogram. Jadi kami ambil padi di tingkat petani ya di bawah HPP, karena kami juga butuh hasil ,” ungkapnya.
Di tempat terpisah Kepala Pimpinan Cabang Bulog Jember Mohammad Ade Syaputra Sabtu (05/04/2025) saat dikonfirmasi seputar harga gabah di tingkat petani menanyakan kwalitas gabah.
“Harga Rp. 5.600 kualitas gabahnya seperti apa bang. (Bulog Jember) sudah serap 12 ribu ton gabah petani dengan harga Rp 6.500/kg,” jelasnya.
“Intinya HPP berlaku untuk semua penggilingan bukan hanya bulog,” ungkapnya.
Kepala Bulog juga mengeluhkan kwalitas gabah yang di kirim mitra ke Bulog, namun demikian Bulog masih membeli dengan harga Rp.6.500 per kilogram.