Bondowoso, BULETIN.CO.ID — Ijen Cendekia Nusantara (ICN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna menyusun sekaligus menguji instrumen penelitian Bondowoso Digital Democracy Index (BDDI), di Hotel Grand Padis, Minggu (12/4/2026).
FGD ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas metodologi penelitian, khususnya dalam aspek validitas dan objektivitas instrumen yang akan digunakan untuk mengukur tingkat demokrasi digital di Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari program Digital Democracy Initiative yang diinisiasi Yayasan Tifa Foundation bersama Civicus. Sejumlah pemangku kepentingan turut dilibatkan, mulai dari akademisi, organisasi non-pemerintah (NGO), organisasi masyarakat, hingga perwakilan kelompok rentan.
Lead Project kegiatan, Alfareza Firdaus, M.PP, menegaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi kunci dalam menghasilkan instrumen penelitian yang komprehensif.
“Melalui FGD ini, kami ingin menguji instrumen agar benar-benar mampu merepresentasikan kondisi di lapangan. Masukan dari berbagai pihak sangat penting untuk memperkuat objektivitas penelitian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, inisiatif penyusunan indeks ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan teknologi digital di tengah masyarakat Bondowoso. Saat ini, platform digital tidak hanya dimanfaatkan untuk komunikasi, tetapi juga menjadi media penyaluran aspirasi publik.
Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan adanya pergeseran pola partisipasi masyarakat dalam demokrasi yang semakin berbasis digital.
Namun di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) dari Kementerian Komunikasi dan Digital, posisi Bondowoso masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di kawasan Sekarkijang.
“Ini menjadi paradoks. Penggunaan digital meningkat, tetapi indeksnya masih rendah. Karena itu, penelitian ini penting untuk menggali lebih dalam kondisi sebenarnya,” jelasnya.
Melalui penyusunan Bondowoso Digital Democracy Index, ICN berharap dapat menghadirkan indikator yang lebih terukur dalam melihat kualitas demokrasi digital di daerah. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih adaptif, inklusif, dan berbasis data.
“Harapannya, indeks ini tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi juga menjadi pijakan dalam memperkuat ekosistem demokrasi digital yang lebih partisipatif di Bondowoso,” pungkasnya.(Nang)
ICN Uji Instrumen Indeks Demokrasi Digital Bondowoso Libatkan Multi-Pihak
Nanang Ervandi2 min baca








