Ekonomi

Pj Bupati Pamekasan Blusukan ke Pasar 17 Agustus, Pantau Operasi Pasar 

×

Pj Bupati Pamekasan Blusukan ke Pasar 17 Agustus, Pantau Operasi Pasar 

Sebarkan artikel ini
Pamekasan
Foto : Pj Bupati Pamekasan, Masrukin saat berdialog dengan pedagang di pasar 17 Agustus. Kamis (30/11/2023). (dok.pemkab pamekasan).

Pamekasan, BULETIN.CO.ID – Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Masrukin memantau langsung pelaksanaan operasi pasar di pasar tradisional 17 Agustus, Jalan Pintu Gerbang, Kamis (30/11/2023) pagi.

Operasi pasar yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tersebut menyediakan sembilan bahan pokok (sembako) untuk masyarakat, utamanya beras 5 kilogram dengan kualitas medium.

Pj Bupati Pamekasan, Masrukin menyampaikan, operasi pasar yang bekerja sama dengan Kantor Bulog Madura tersebut untuk menekan harga sembako di pasaran yang masih relatif tinggi.

BACA JUGA :
Jelang Pemilu 2024, Dandim 0826/Pamekasan Kopdar Bersama Wartawan, Minta Sajikan Berita Tidak Provokatif

“Masyarakat bisa membeli dua kemasan yang 5 kilo gram itu. Kami cek harga di pasar, seperti cabe juga harganya relatif tinggi, tapi trennya menurun, bawang putih stabil, bawang merah stabil” katanya saat ditemui di lokasi.

Dia berharap, pedagang tidak menyediakan stok barang dengan jumlah yang banyak untuk mengantisipasi turunnya harga yang menyebabkan pedagang merugi.

Pantauan di lokasi, Pj Bupati Pamekasan, Masrukin pada kesempatan itu didampingi Kepala Diserindag, Basri Yulianto, Camat Pamekasan, Rahmat Kurniadi, Kabag Prokopim Setdakab Pamekasan, Nur Arifin, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

BACA JUGA :
Pertama Dalam Sejarah, Pamekasan Night Carnival Warnai Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke 492

“Memang sejak ada operasi pasar relatif ada penurunan harga beras yang semula Rp 13.200, sekarang Rp 12,100 perkilo gram. Disamping itu pula didukung iklim yang di beberapa daerah sudah turun hujan” terang Kepala Disperindag Pamekasan, Basri Yulianto.

Dia juga meminta pedagang tidak menyediakan barang dengan stok banyak, mengingat harga di pasaran belum stabil. Apalagi barang yang tidak tahan lama atau tidak awet, seperti sayur, dan lain-lain.

BACA JUGA :
Ditreskrimum Polda Jatim Gelar Perkara Dugaan Pemalsuan Sengketa Tanah Keponakan dan Nenek di Pamekasan

“Kami menghimbau agar menimbun dengan yang sewajarnya saja, apalagi kita masih jauh dengan hari hari besar. Ikuti mekanisme pasar saja” pungkasnya.(WF)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.