Scroll untuk baca artikel
Berita

Pj Sekda Probolinggo Kenalkan Jalan Santai Nordik

×

Pj Sekda Probolinggo Kenalkan Jalan Santai Nordik

Sebarkan artikel ini
Probolinggo
Foto : Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo, BULETIN.CO.ID – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto bersama sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Pimpinan Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari memperkenalkan jalan santai nordic, Jum’at (1/03/2024).

Jalan santai nordic yang diikuti oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo ini tidak ada bedanya dengan jalan santai biasanya. Tetapi untuk jalan santai nordic, setiap orang dibekali sebuah tongkat nordic. sehingga kaki dan tangan sama-sama ikut bergerak.

BACA JUGA :
Jamaah Haji Asal Pamekasan Berangkat Hari Ini ke Embarkasi Surabaya, 1 Jamaah Gagal Berangkat

Kegiatan jalan nordic yang dilakukan setelah latihan Tari Glipang bersama ASN Pemkab Probolinggo dan didukung oleh Bank Jatim Cabang Kraksaan ini mengambil start dan finish di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo.

Dari Kantor Bupati Probolinggo, Pj Sekda Heri bersama seluruh pejabat bergerak ke arah timur dan belok ke selatan melewati depan GOR Sasana Krida Kraksaan. Sesampainya di pertigaan Makam Klojen, jalan nordik bergerak ke arah barat hingga melewati Desa Bulu. Dari depan Rutan Kelas IIB Kraksaan peserta bergerak ke timur hingga finish di Kantor Bupati Probolinggo.

BACA JUGA :
Jelang Tengah Malam Ganjar Nyetir Sendiri Tinggalkan Rumah Dinas

Usai mengikuti jalan santai nordic ini, Pj Sekda Heri memberikan kesan bahwa jalan santai nordic ini cukup menguras keringat. “Jalan nordic ini memang salah satu terobosan dalam rangka memfasilitasi terutama bagi yang berusia 45 tahun ke atas agar bisa berolahraga santai tetapi bisa menguras keringat,” katanya.

Ke depan jelas Pj Sekda Heri, bagaimana orang sedikit bergerak tetapi mereka juga banyak mengeluarkan energi dan kalori. “Dengan jalan nordic, saya bisa merasakan kalau biasanya tetap senang jalan-jalan, tapi tangan ini khan tidak bergerak. Tetapi dengan gaya nordik, tangan kita dipaksa untuk bergerak. Sebab kita dibekali dengan salah satu alat tongkat. Mau tidak mau akhirnya ikut bergerak dan memang sangat terasa dampaknya,” tutupnya. (*)

BACA JUGA :
PKK Probolinggo Berbagi Cinta Bersama Anak Yatim, Mengambil Teladan Rasulullah

Pewarta : Sudarsono.

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.