Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Proses pembangunan Jembatan Sentong resmi dimulai pada Rabu (15/4), ditandai dengan pelaksanaan doa bersama di sekitar lokasi proyek.
Tradisi slametan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar agar seluruh rangkaian pekerjaan berjalan lancar dan aman. Sejumlah pekerja bersama tokoh agama setempat tampak berkumpul sejak pagi hari, sekaligus menandai titik awal pengeboran.
Setelah prosesi penandaan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama, kemudian ditutup dengan makan tumpeng sebagai simbol kebersamaan.
Mandor pelaksana proyek, Hermawan, menyebut bahwa tradisi ini sudah menjadi kebiasaan sebelum memulai pekerjaan konstruksi. “Sudah adatnya begitu, supaya semua diberi keselamatan,” ujarnya.
Usai slametan, pengerjaan langsung memasuki tahap awal. Pengeboran perdana dijadwalkan dilakukan pada siang hari, kemudian dilanjutkan dengan proses pengecoran pada hari berikutnya.
Sebelum tahap ini dimulai, tim proyek juga telah melakukan uji kondisi tanah guna memastikan kualitas dan kekuatan struktur dasar. Selain itu, material penunjang seperti besi spiral bore pile berukuran besar telah dipersiapkan untuk menopang konstruksi jembatan.
Meski pembangunan telah dimulai, jembatan lama masih tetap difungsikan sementara waktu agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Pengerjaan Jembatan Sentong ditargetkan rampung dalam waktu sekitar delapan bulan, sehingga diharapkan dapat selesai sebelum akhir tahun.(Nang)








