Scroll untuk baca artikel
Berita

Tanpa Bantuan Pemerintah, Warga Dua Desa di Bondowoso Perbaiki Jembatan Secara Swadaya

×

Tanpa Bantuan Pemerintah, Warga Dua Desa di Bondowoso Perbaiki Jembatan Secara Swadaya

Sebarkan artikel ini
Jembatan penghubung dua Desa di Bondowoso yang diperbaiki dengan dana swadaya masyarakat, Minggu, 30/11/2025.(Foto: Nang/BULETIN)

Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Warga Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari dan Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, melakukan perbaikan jembatan secara swadaya. Aksi gotong royong ini telah berlangsung selama sekitar 1,5 bulan dan menjadi perbincangan luas setelah videonya tersebar di media sosial Facebook.

‎Dalam video yang beredar, tampak warga bersama-sama melakukan pengecoran jembatan yang mengalami kerusakan parah. Aksi tersebut menuai simpati warganet karena perbaikan dilakukan murni dari hasil iuran masyarakat, tanpa bantuan pemerintah.

Salah seorang warga berinisial T mengatakan, dana perbaikan diperoleh dari swadaya masyarakat dan hasil penarikan amal di pinggir jalan selama satu setengah bulan terakhir.

‎“Urunan sudah sekitar 1,5 bulan. Murni dari masyarakat,” ujar T saat dikonfirmasi, Minggu (30/11/2025).

‎Menurutnya, hingga kini dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp 20 juta. Selain uang, sebagian warga juga menyumbangkan material bangunan seperti semen antara 60 hingga 100 sak dan besi untuk konstruksi.

‎Kondisi jembatan sebelumnya dinilai sudah membahayakan keselamatan pengguna jalan. Bangunan jembatan telah tergerus arus sungai dan nyaris roboh. Warga mengaku sejak lima tahun terakhir telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan ke pemerintah, namun hanya sebatas survei tanpa tindak lanjut.

‎“Cuma difoto-foto saja, disurvei terus, tapi tidak pernah diperbaiki,” ungkapnya.

‎Puncaknya, pada akhir Desember 2024 lalu, jembatan tersebut ambles akibat banjir dan longsor. Meski dalam kondisi rusak, beberapa pengendara sepeda motor tetap nekat melintas, hingga mengakibatkan kecelakaan.

‎Sekitar empat bulan lalu, lanjut T, terdapat dua kejadian orang jatuh ke sungai saat melintasi jembatan, yakni seorang penjual ikan dan seorang pencari rumput.

‎“Yang terakhir itu saya sendiri, jatuh ke sungai. Kaki saya luka dan sampai teriak-teriak minta tolong,” ujarnya.

‎Saat ini, warga setiap hari terus bergotong royong mengerjakan perbaikan jembatan penghubung antar desa tersebut. Jembatan kini dibangun ulang dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 3,5 meter.

Pantauan di lokasi menunjukkan perbaikan masih berlangsung. Di sisi barat jembatan, warga juga membuat jembatan darurat sebagai jalur sementara bagi pengendara roda dua.

‎Warga berharap, upaya mandiri ini bisa segera menuntaskan perbaikan dan pemerintah setempat turut memberikan perhatian serta bantuan agar pembangunan jembatan dapat lebih kuat dan permanen.(Nang)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.