Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan pers asal Bondowoso di tingkat regional. Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bondowoso, Arik Kurniawan, berhasil meraih nilai terbaik pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Utama yang diselenggarakan oleh Lembaga Uji UKW Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya Angkatan ke-24.
Pencapaian tersebut menjadi catatan istimewa karena Jenjang Utama merupakan level tertinggi dalam sistem kompetensi wartawan di Indonesia. Pada jenjang ini, peserta tidak hanya diuji dari sisi kemampuan teknis jurnalistik, tetapi juga kepemimpinan redaksi, pengambilan keputusan editorial, pemahaman regulasi pers, penerapan Kode Etik Jurnalistik, hingga tanggung jawab menjaga kualitas dan kredibilitas produk jurnalistik.
Arik yang juga dikenal sebagai founder media siber Lensa Nusantara berhasil menuntaskan seluruh tahapan pengujian dengan hasil terbaik di antara 21 peserta yang mengikuti UKW Angkatan ke-24. Seluruh peserta pada akhirnya dinyatakan kompeten setelah menjalani proses uji selama dua hari.
Koordinator Penguji UKW Unitomo, Syaiful Anam, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan seluruh peserta yang lulus kompeten. Namun demikian, ia menegaskan bahwa sertifikat kompetensi bukanlah sekadar simbol pengakuan profesi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
”Kelulusan ini patut disyukuri, tetapi jangan sampai membuat kita merasa paling hebat atau berpuas diri. Justru setelah dinyatakan lulus, terutama pada jenjang Utama, tanggung jawab yang dipikul menjadi semakin besar. Kompetensi yang telah diuji tidak boleh berhenti sebatas memperoleh sertifikat, tetapi harus benar-benar dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam setiap proses kerja jurnalistik,” ujar Syaiful Anam saat penutupan UKW, Sabtu (28/6/2026).
Menurutnya, wartawan yang telah mencapai jenjang Utama diharapkan mampu menjadi teladan bagi insan pers lainnya, baik dalam menjaga independensi, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, maupun menghasilkan karya yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
”Ilmu yang diperoleh selama proses UKW hendaknya tidak disimpan untuk diri sendiri. Seorang wartawan Utama memiliki tanggung jawab moral untuk membagikan pengalaman, membimbing rekan-rekan wartawan, serta ikut membangun ekosistem pers yang profesional. Kompetensi sejati bukan hanya diukur dari kemampuan menjawab materi uji, tetapi juga dari bagaimana ilmu tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas jurnalisme,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa wartawan yang telah mengantongi sertifikat UKW wajib menjaga marwah profesi dengan menjadikan integritas, etika, dan tanggung jawab kepada publik sebagai prinsip utama dalam setiap aktivitas jurnalistik.
Keberhasilan Arik Kurniawan meraih nilai terbaik pada Jenjang Utama diharapkan menjadi motivasi bagi insan pers, khususnya di Kabupaten Bondowoso, untuk terus meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme di tengah tantangan industri media yang terus berkembang.
Momentum tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMSI Bondowoso. Sebab, pada pelaksanaan UKW yang sama, dua anggota SMSI Bondowoso lainnya yakni Ony Prayogi dan Faesol Abror juga berhasil dinyatakan kompeten pada Jenjang Muda, menambah deretan wartawan kompeten dari Bondowoso yang siap mendorong lahirnya ekosistem pers yang sehat, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik.(Nang)








