Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Karyawan Kolam Renang Navara Bondowoso Diduga Lecehkan 10 Siswi SD, Diamankan Polisi

×

Karyawan Kolam Renang Navara Bondowoso Diduga Lecehkan 10 Siswi SD, Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini
Sejumlah wali murid mendatangi Mapolres Bondowoso untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak mereka saat mengikuti kegiatan rekreasi di Kolam Renang Navara, Kecamatan Jambesari DS, Sabtu (7/11/2026).

BONDOWOSO, BULETIN.CO.ID – Dugaan kasus pelecehan seksual terhadap sekitar 10 siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian serius. Seorang karyawan objek wisata Kolam Renang Navara, berinisial F, diduga terlibat dalam tindakan tidak pantas terhadap sejumlah anak saat mengikuti kegiatan rekreasi di lokasi wisata tersebut.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah wali murid mendatangi Mapolres Bondowoso pada Sabtu (7/11/2026) sore untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialami anak-anak mereka di Kolam Renang Navara, Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah (DS).

Berdasarkan keterangan salah seorang wali murid berinisial D, peristiwa tersebut bermula ketika puluhan siswa dari salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Bondowoso mengikuti kegiatan rekreasi bersama di kolam renang tersebut.

Namun, kegiatan yang semestinya menjadi momen menyenangkan justru berubah menjadi pengalaman traumatis bagi sejumlah siswi. Dugaan tindakan pelecehan itu disebut terjadi ketika anak-anak sedang menggunakan wahana perosotan kolam renang.

Pengakuan awal muncul setelah kegiatan berenang sekitar pukul 13.30 WIB. Salah seorang siswi mulai menceritakan dugaan perlakuan tidak pantas yang dialaminya. Cerita tersebut kemudian memicu keberanian siswi lainnya untuk mengungkapkan pengalaman serupa.

Menurut D, setelah satu anak mulai bercerita, sejumlah anak lainnya juga menyampaikan pengakuan mengenai dugaan tindakan yang dilakukan oleh karyawan di lokasi wisata tersebut.

“Begitu dibuka, semuanya mulai bercerita,” ungkapnya.

Mendengar pengakuan anak-anak tersebut, para wali murid sontak terkejut dan geram. Mereka kemudian berupaya menemui karyawan berinisial F yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut untuk meminta pertanggungjawaban.

Situasi sempat memanas akibat luapan emosi para orang tua yang tidak terima anak-anak mereka diduga menjadi korban tindakan pelecehan di tempat wisata yang seharusnya memberikan rasa aman bagi pengunjung.

Aparat kepolisian dari sektor setempat kemudian mengamankan F guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Karyawan Kolam Renang Navara tersebut selanjutnya dibawa ke Polres Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga Sabtu sore sekitar pukul 17.05 WIB, F masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bondowoso. Sementara itu, sejumlah wali murid masih menunggu perkembangan penanganan laporan di halaman Mapolres.

Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan anak-anak di objek wisata Kolam Renang Navara.

Ia menyampaikan, berdasarkan keterangan sementara, terdapat sekitar 10 anak yang mengaku mengalami dugaan tindakan tersebut. Namun, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan jumlah korban, kronologi kejadian, serta dugaan keterlibatan karyawan yang dilaporkan.

“Sementara 10 orang korbannya,” jelas Bobby.

Ia juga memastikan bahwa karyawan berinisial F telah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik.

Selain penanganan perkara secara hukum, kepolisian juga memastikan anak-anak yang diduga menjadi korban akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso.

Kasus ini menjadi sorotan serius karena dugaan peristiwa tersebut terjadi di lingkungan objek wisata yang semestinya menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung, terlebih ketika melibatkan anak-anak.

Publik kini menantikan keseriusan pihak kepolisian dalam mengusut tuntas dugaan kasus tersebut, termasuk mengungkap secara terang peran karyawan yang dilaporkan serta memastikan seluruh anak yang diduga menjadi korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

Hingga berita ini ditulis, proses pemeriksaan terhadap karyawan berinisial F masih berlangsung. Status hukum yang bersangkutan tetap mengacu pada hasil penyelidikan dan proses hukum kepolisian.

(Nang)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130