Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Suasana Alun-alun Ki Bagus Asra Bondowoso dipenuhi irama kentongan, Sabtu (18/7/2026), saat sekitar 500 siswa UPTD SPF SDN Kotakulon 1 Bondowoso menampilkan pertunjukan musik tradisional sebagai puncak penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Dengan mengenakan seragam Pramuka, ratusan siswa dari kelas I hingga VI tampil kompak membawakan lagu “Dendang Yusuf Alaihissalam”. Masing-masing membawa kentongan hasil karya sendiri yang dicat beragam warna sesuai jenjang kelas, menciptakan pemandangan yang menarik sekaligus penuh semangat.
Penampilan tersebut sukses mencuri perhatian masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas di kawasan alun-alun. Banyak di antara mereka berhenti sejenak untuk menyaksikan kolaborasi musik tradisional yang dibawakan para pelajar tersebut.
Kepala UPTD SPF SDN Kotakulon 1 Bondowoso, Titi Nurul Khotimah, menjelaskan bahwa pertunjukan kentongan dipilih sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus sarana mengenalkan budaya lokal kepada peserta didik sejak dini.
”Kami ingin mengangkat budaya daerah. Kalau menggunakan karawitan tentu membutuhkan proses yang lebih kompleks, sehingga kami memilih kentongan sebagai alternatif yang lebih mudah dipelajari anak-anak,” ujarnya.
Menurut Titi, selain memperkenalkan seni tradisional, kegiatan tersebut juga menjadi media pembentukan karakter siswa, terutama dalam menumbuhkan nilai kebersamaan, disiplin, dan kerja sama. Sebelum tampil, para siswa terlebih dahulu dilatih memainkan pola pukulan yang berbeda agar menghasilkan irama yang harmonis.
Kentongan yang digunakan pun dibuat secara mandiri oleh para siswa bersama guru, kemudian dihias dengan warna khas masing-masing kelas. Seusai kegiatan, seluruh peserta diperbolehkan membawa pulang kentongan tersebut sebagai kenang-kenangan sekaligus pengingat pentingnya melestarikan budaya.
Pada tahun ajaran baru ini, SDN Kotakulon 1 Bondowoso menerima sebanyak 84 peserta didik baru yang terbagi dalam tiga rombongan belajar. Selama pelaksanaan MPLS, siswa memperoleh berbagai materi, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, visi dan misi sekolah, hingga pembiasaan karakter melalui program “Anak Indonesia Hebat” sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sekolah juga melengkapi rangkaian MPLS dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan puskesmas setempat. Sementara bagi siswa kelas II hingga VI, dilaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Kelas (MPLK) untuk membantu mereka beradaptasi dengan suasana belajar di jenjang yang baru.
Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Bondowoso, Muhammad Zainul Arifin, memberikan apresiasi atas kreativitas sekolah dalam mengemas penutupan MPLS.
Menurutnya, konsep pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan seperti pertunjukan kentongan mampu memberikan pengalaman positif bagi siswa. Selain mengenalkan warisan budaya, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antarsiswa, guru, serta warga sekolah sehingga tercipta lingkungan belajar yang ramah, kreatif, dan berkarakter.(Nang)








