Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Tak Hanya Bosda Madin, Honor Guru PAUD Juga Belum Cair, Dinas Pendidikan Bondowoso Kembali Jadi Sorotan

×

Tak Hanya Bosda Madin, Honor Guru PAUD Juga Belum Cair, Dinas Pendidikan Bondowoso Kembali Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Dinas Pendidikan Bondowoso kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya menuai kritik akibat keterlambatan pencairan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Madrasah Diniyah, kini muncul persoalan baru terkait keterlambatan pembayaran honor bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

‎Sejumlah guru PAUD mengeluhkan honor yang seharusnya dicairkan setiap tiga bulan sekali hingga kini belum mereka terima. Honor triwulan kedua yang semestinya dibayarkan pada Juni 2026, hingga memasuki Juli masih belum juga cair.

‎Seorang guru PAUD yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mulai khawatir dengan keterlambatan tersebut karena sebagian besar tenaga pendidik PAUD sangat bergantung pada honor tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎”Biasanya pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali dan untuk triwulan kedua seharusnya sudah cair pada bulan Juni. Namun sampai sekarang belum ada pencairan maupun informasi yang pasti kapan akan dibayarkan,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

‎Menurutnya, honor yang telah diterima para guru PAUD baru untuk bulan Januari dan Februari. Sementara honor sejak Maret hingga Juli 2026 masih belum dibayarkan.

‎”Yang sudah kami terima hanya honor bulan Januari dan Februari. Sedangkan mulai Maret sampai sekarang bulan Juli belum ada pembayaran lagi. Kami berharap ada kejelasan dari dinas terkait kapan hak kami bisa diterima,” katanya.

‎Ia menambahkan, meskipun nominal honor yang diterima tidak besar, keberadaannya sangat berarti bagi para guru PAUD yang selama ini tetap menjalankan tugas mendidik anak-anak di tengah berbagai keterbatasan.

‎”Nilainya memang hanya Rp400 ribu per bulan, tetapi bagi kami sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari maupun operasional kegiatan belajar mengajar,” tuturnya.

‎Keluhan serupa juga disampaikan guru PAUD lainnya yang juga meminta namanya tidak dipublikasikan. Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait pencairan honor tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan tenaga pendidik.

‎”Kami tidak menuntut lebih, hanya berharap hak kami bisa dibayarkan tepat waktu seperti yang sudah berjalan selama ini. Setidaknya ada informasi yang jelas sehingga kami tidak terus bertanya-tanya,” ungkapnya.

‎Keterlambatan pembayaran honor guru PAUD ini menambah daftar persoalan yang belakangan mencuat di lingkungan Dinas Pendidikan Bondowoso, setelah sebelumnya keterlambatan pencairan BOSDA Madrasah Diniyah juga menjadi perhatian berbagai pihak di Bondowoso.

‎Sementara itu, Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Bondowoso, Nurul, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut terjadi karena honor guru PAUD bersumber dari dua jenis Dana Alokasi Umum (DAU), yakni DAU reguler dan DAU Bidang Pendidikan.

‎”Terkait honor PAUD karena menggunakan dua sumber, yakni DAU dan DAU Bidang Pendidikan, SPJ sudah kami siapkan. Hanya saja kemarin dari pusat terjadi keterlambatan transfer ke daerah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan DPKAD Bondowoso, insyaallah sesuai informasi yang kami terima hari Senin sudah bisa dicairkan. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, terima kasih,” jelasnya, Jumat (3/7/2026).(Nang)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130