Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di sejumlah sekolah di Bondowoso menuai sorotan dari wali murid. Paket makanan kering yang dibagikan kepada siswa dinilai jauh dari harapan, baik dari sisi kualitas, kelengkapan gizi, maupun pengemasan.
Sejumlah orang tua mengaku kecewa karena menu yang diterima anak mereka terkesan minim dan tidak layak. Buah yang diberikan disebut sudah asam bahkan hampir layu, sementara susu yang diharapkan menjadi bagian penting asupan gizi justru tidak disertakan dalam beberapa paket.
Salah satu wali murid di SDN Dabasah 3 Bondowoso berinisial AI menuturkan, paket yang diterima anaknya pada 23 Februari lalu hanya berisi dua pisang kecil yang kondisinya kurang segar, tiga butir kurma, sedikit kedelai dalam plastik klip, serta sepotong roti.
Menurutnya, tujuan program pemerintah sebenarnya baik, namun pengawasan di tingkat pelaksana dinilai lemah. Ia menyebut banyak wali murid lain yang merasakan hal serupa, tetapi enggan menyampaikan keluhan secara terbuka.
“Kalau tujuannya mencetak generasi emas, tapi mutunya seperti ini, yang lahir bukan emas, bisa-bisa malah generasi besi tua,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Keluhan senada disampaikan VG, wali murid di SMKN 1 Bondowoso. Ia menyoroti pengemasan makanan yang hanya menggunakan plastik kresek putih tanpa wadah yang layak.
Sementara itu, MR, wali murid di Kecamatan Wringin, meminta agar persoalan ini tidak berujung pada penutupan dapur penyedia MBG. Ia menilai yang perlu dibenahi adalah mutu makanan dan pengawasannya, bukan menghentikan program yang juga menjadi sumber penghidupan bagi para pekerja.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso, Mila Afriana Agustina, mengaku pihaknya telah menerima laporan dan meneruskannya ke Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi.
Ia menjelaskan, anggaran MBG ditetapkan Rp8.000 per porsi untuk balita hingga siswa kelas 3 SD, sedangkan untuk kelas 4 SD ke atas, ibu hamil, dan ibu menyusui sebesar Rp10.000. Besaran tersebut dihitung berdasarkan standar gramasi dari ahli gizi.
Terkait penggunaan plastik kresek, Mila menegaskan bahwa distribusi seharusnya memakai totebag dan pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan.
Soal tidak adanya susu dalam beberapa paket, ia menyebut susu bukan komponen wajib selama sudah diganti sumber protein lain, ditambah ketersediaan susu yang saat ini masih terbatas di pasaran.(Nang)
Program Makan Bergizi Gratis Disorot, Wali Murid Bondowoso Keluhkan Kualitas Menu
Nanang Ervandi2 min baca

Menu makanan kering progaram MBG berupa roti tawar, keju, kacang polong dan jeruk hanya dibungkus plastik yang diterima oleh Siswa SMK 1 Bondowoso







