Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Jumat Agung Jadi Refleksi Politik, Ketua DPRD Blitar Dorong Kebijakan Berbasis Kemanusiaan

×

Jumat Agung Jadi Refleksi Politik, Ketua DPRD Blitar Dorong Kebijakan Berbasis Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

Blitar, BULETIN.CO.ID — Peringatan Jumat Agung 2026 dimaknai lebih dari sekadar ritual keagamaan oleh Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi. Ia menegaskan pentingnya menjadikan momentum spiritual tersebut sebagai landasan etik dalam praktik politik dan penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam pernyataannya, Supriadi menilai bahwa esensi pengorbanan Kristus mengandung pesan universal tentang ketulusan, keberanian, dan komitmen terhadap kebenaran. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, relevan untuk menjawab tantangan sosial sekaligus memperkuat kualitas kebijakan publik.


“Kiranya pengorbanan Kristus di kayu salib membawa kedamaian, kasih, dan harapan bagi kita semua. Ini bukan hanya pesan iman, tetapi juga panggilan moral bagi para pengambil kebijakan,” ujar Supriadi, Jumat (3/4/2026).

BACA JUGA :
Sinergi DPRD dan Pemkab Blitar Jadi Kunci Pembahasan APBD Perubahan 2025


Ia menekankan bahwa lembaga legislatif memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan setiap produk kebijakan tidak hanya sah secara prosedural, tetapi juga adil secara substansi. Keberpihakan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan, harus menjadi orientasi utama.


Menurutnya, nilai pengorbanan dalam Jumat Agung seharusnya tercermin dalam keberanian mengambil keputusan yang tidak selalu populer, namun benar dan berdampak luas bagi kepentingan publik.

BACA JUGA :
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi Tekankan Perubahan APBD Harus Beri Dampak Nyata


“Keputusan politik harus berani berpihak pada kebenaran, meski tidak selalu mudah. Di situlah integritas diuji,” tegasnya.


Selain itu, Supriadi juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan amanah kekuasaan. Ia menilai, kekuasaan tidak boleh dimaknai sebagai privilese, melainkan sebagai sarana pelayanan kepada masyarakat.


“Jumat Agung mengajarkan bahwa kekuasaan bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Ini prinsip dasar kepemimpinan yang harus terus dijaga,” imbuhnya.

BACA JUGA :
Hadiri Pelantikan, Bupati Blitar Minta Anggota Panwaslu Bekerja Secara Jujur dan Adil


Menutup pernyataannya, Supriadi berharap semangat reflektif Jumat Agung dapat memperkuat komitmen kolektif dalam membangun Kabupaten Blitar yang lebih adil, inklusif, dan harmonis.


“Salam damai dan berkah untuk umat Kristiani. Semoga nilai kasih dan pengorbanan menjadi energi positif dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130