Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Tim gabungan bergerak melakukan pencarian terhadap dua pendaki yang dilaporkan hilang kontak saat mendaki Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso. Keduanya diketahui belum kembali sejak memulai pendakian pada Minggu (2/8/2026).
Kapolsek Curahdami AKP Muktamar mengatakan, laporan hilang kontak tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel bersama relawan dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI). Pada Senin (3/8/2026) malam, tim telah diberangkatkan menuju Pos 1 Gunung Piramid untuk melakukan pencarian awal.
”Benar, tadi malam beberapa rekan dari APGI sudah naik menuju Pos 1 untuk melakukan asesmen dan penyisiran awal,” ujar Muktamar, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, pencarian pada malam hari dilakukan secara terbatas mengingat kondisi medan yang cukup terjal dan minim penerangan. Meski demikian, hasil asesmen di lapangan akan menjadi acuan dalam menentukan strategi pencarian lanjutan.
Data Posko Kantor Kecamatan Curahdami menyebutkan, dua pendaki yang dilaporkan hilang kontak adalah Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan Erfan (35), seorang pemandu lokal asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.
Informasi dari base camp pendakian di Dusun Tegal Tengah mengungkapkan, keduanya memulai pendakian pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelum berangkat, mereka menitipkan sepeda motor Yamaha NMAX merah bernomor polisi P-2938-ES di rumah warga sekitar base camp.
Kekhawatiran muncul setelah hingga Senin sore sekitar pukul 17.30 WIB kendaraan tersebut belum diambil. Padahal, pendakian Gunung Piramid umumnya dilakukan dengan sistem tektok atau naik-turun dalam waktu kurang lebih delapan jam.
Hingga Selasa siang, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik jalur pendakian untuk menemukan kedua pendaki. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu perkembangan resmi dari tim pencarian.(Nang)








