Scroll untuk baca artikel
Berita

Festival Budaya Prajekan Bondowoso Jadi Panggung Pemuda, Tradisi Lokal Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi Desa

×

Festival Budaya Prajekan Bondowoso Jadi Panggung Pemuda, Tradisi Lokal Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Tradisi dan kreativitas generasi muda akan berpadu dalam Festival Budaya Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan kesenian, tetapi juga diarahkan sebagai ruang untuk menggali kembali kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat desa.

‎Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menyambut positif festival yang digagas oleh kalangan pemuda tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda bersama para senior dan tokoh budaya menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal.

‎“Ini sangat bagus sekali. Apalagi datangnya dari pemuda, kemudian diikuti senior-senior yang ikut semangat,” ujar As’ad saat dikonfirmasi di Kantor Kecamatan Prajekan, Rabu (16/9/2026).

‎Ia menilai festival budaya seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih jauh, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai produk unggulan desa yang selama ini belum mendapatkan ruang promosi secara luas.

‎Pemerintah daerah, kata dia, mendorong pemetaan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di setiap desa. Produk yang memiliki nilai jual dan karakter khas daerah diharapkan dapat dikembangkan agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

‎“Potensi UMKM yang tersembunyi bisa diangkat dan mendapatkan tempat. Kami ingin tahu potensi masing-masing desa, termasuk yang layak dijual tidak hanya untuk lokal, tetapi juga untuk Indonesia,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Ketua Tim Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya Bondowoso, Fahreza Firdaus, menjelaskan bahwa festival tersebut lahir dari gagasan anak muda yang kemudian diperkuat melalui kolaborasi dengan seniman dan maestro budaya lokal.

‎Prajekan dipilih lantaran memiliki beragam tradisi serta sejumlah tokoh budaya yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga warisan kebudayaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para pelaku dan maestro budaya.

‎Menurut Fahreza, proses regenerasi menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan festival. Dukungan terhadap kegiatan itu juga diperoleh melalui program Dana Abadi Kebudayaan di tingkat pusat.

‎“Harapannya ada regenerasi dan keberpihakan kepada kebudayaan. Kami sebagai anak muda membutuhkan arahan dari para maestro dan tokoh budaya,” ujarnya.

‎Festival Budaya Prajekan dijadwalkan mulai digelar pada 25 Oktober. Selain menghadirkan berbagai aktivitas kebudayaan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan kepada sejumlah maestro budaya lokal yang selama ini berkontribusi dalam merawat dan meneruskan tradisi masyarakat.

‎Dengan melibatkan pemuda, seniman, tokoh budaya, pemerintah, hingga masyarakat desa, festival ini diharapkan menjadi titik temu antara pelestarian tradisi, kreativitas generasi muda, dan pengembangan potensi ekonomi lokal.(Nang)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130