Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Alumni SMPN 3 Rembang Raup Cuan dari Berkah Bakul Bunga

×

Alumni SMPN 3 Rembang Raup Cuan dari Berkah Bakul Bunga

Sebarkan artikel ini
Rembang
Indah Oktaviani (kerudung navy), penjual bunga di depan pasar juga alumni SMP Negeri 3 Rembang yang Kerap namanya dipanggil indah suroto.

Rembang, BULETIN.CO.ID – Tradisi nyekar ke makam leluhur, kerabat, dan keluarga sudah sering dilakukan setiap Kamis sore (malam Jumat). Tradisi ini memberikan berkah bagi penjual bunga setaman.

Berkah tradisi nyekar itu dirasakan oleh pedagang bunga di depan Pasar Kota Rembang. Sepekan pada PP tiap hari Kamis atau malam Jumat, pedagang bunga sehari dapat menjual 50 an plastik bunga.

Satu plastik bunga terisi macam-macam jenis bunga yang dijual untuk ditaburi ke atas makam. Seperti mawar merah, mawar pink, kenanga, cempaka, pacar air, hingga daun pandan yang diiris tipis-tipis.

BACA JUGA :
‎PPWI Rembang Jalin Sinergi dengan Pengadilan Negeri Kelas II Rembang

Salah satu penjual bunga di depan Pasar Kota Rembang juga alumni SMP Negeri 3, Indah Oktaviani, wanita yang kerap akrab dipanggil Indah Suroto (32) ini mengaku tradisi nyekar tiap Kamis atau malam Jumat menjadikannya berkah. Karena tidak setiap hari selalu buka, hanya hari Kamis siang hingga sore saja.

“Mulai hari Kamis siang hingga menjelang magrib ramai terus. Ya berkah sendiri, setiap pekan (satu Minggu sekali) jual di sini,” kata warga Tawangsari, Leteh itu kepada wartawan Buletin.co.id, Kamis (22/5/2025).

Indah menjual bunga di depan Pasar Kota Rembang sudah 15 tahun lebih lamanya. Dulunya saya, ikut nenek yang jualan di sini. Nenek meninggal saya yang meneruskan Satu plastik bunga dijual dengan harga berbeda, tergantung isinya.

BACA JUGA :
Dua Advokat Muda Rembang Bangun Sinergi, Dorong Profesionalitas Penegakan Hukum

“Sehari bisa jual 50 bungkus lebih. Penjualan ramai tiap hari Kamis sore. Harganya kalau mawar protolan Rp 5 ribu, kalau pakai mawar utuh satunya Rp 1ribu” ujarnya.

Sama halnya dengan Ramiyati (45) wanita asli desa Karasgede Lasem, ia berjualan bunga musiman. Seperti saat ini tradisi nyekar, dia dari Lasem membawa dagangannya ke pasar Kota Rembang.

BACA JUGA :
VIRAL Mie Ayam Turusgede di Rembang, Setiap Harinya Ludes Dua Jam

Penjualannya pun terus meningkat. Paling laris bunga-bunga dibeli pada saat sore, karena matahari sudah tidak terik.

“Menjadi berkah tersendiri. Penjualan meningkat. Bisa sampai 100 bunga lebih (terjual), jual Rp 5 ribu per bungkus Kamis sama Jumat nanti ramai. Saya jual bunga setiap hari, namun tiap Kamis sore ramai,” pungkasnya.

Bunga yang belum laku dijual pada hari Kamis, biasanya, saya kembali lagi ke sini (depan pasar) dan menjualnya dihari Jumat.

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130