Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Perhutani melaunching aplikasi social partnership “SocioForest” – platform kemitraan sosial, di Kampung Kopi Kluncing, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, pada Jum’at (16/6/2023).
Launching dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansyuri, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Bondowoso Salwa Arifin.
Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansyuri, menjelaskan, melalui aplikasi ini pihaknya membangun sebuah ekosistem dengan BUMN lainnya untuk mendukung masyarakat yang mengelola hutan sosial.
Karena, pihaknya melihat saat ini hutan di kawasan Perhutani ada sekitar 261 ribuan hektar yang memang berpotensi untuk bisa dikembangkan menjadi lahan dalam pengembangan ketahanan pangan.
Dari jumlah lahan tersebut, 100 ribunya memang dikelola oleh Perhutani sendiri, tetapi sisanya sekitar 161 ribu merupakan kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK).
“Jadi ini yang memang harus kita lakukan bersama-sama dengan ekosistem, masyarakat. Untuk kita bagaimana kita mengelola komoditas pangan,” jelasnya.
Disinggung perihal kemungkinan hadirnya platform ini tak berdampak terhadap alih fungsi lahan, kata Wamen BUMN, hal ini yang harus dikelola bersama-sama bahwa Perhutsos itu artinya bukan mengganti fungsi dari hutan. Tapi bagaimana bisa mengelola dengan tetap mempertahankan.
Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan terima kasihnya sudah memberikan penguatan melalui lahirnya platform ini.
Namun demikian, dirinya meminta agar jajaran di bawahnya mengawal dan melalukan pendampingan sebagaimana dari kualifikasi.
Agar mereka yang sudah mendapatkan SK Perhutanan sosial bisa memaksimalkan pengelolaan sesuai persentase. Mana yang harus tetap pada posisi hutan lindungnya, mana yang bisa dikelola di sektor pangannya.
“Bahwa bagaimana hutan kita, Perhutani bersinergi dengan masyarakat dan akhirnya memberikan penguatan kesejahteraan masyarakat. Endingnya, penguatan masyarakat tanpa mengganggu vegetasi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro menjelaskan bahwa pembuatan platform ini untuk bisa mengintegrasikan seluruh aktor yang mengakses hutan yang dikelola oleh Perhutani. Agar nantinya data yang didapat lebih clear.
Selain itu, melalui “SocioForest” ini, pihaknya juga akan coba memasukkan seluruh potensi hutan yang dikelola, yang bisa ditanami tanaman pangan.
“Petani bisa mencocokkan misalkan mau menanam jagung tebu, kedelai, kopi. Disesuaikan dengan lahan yang cocok dengan komoditi itu,” jelasnya.
Tak kalah penting, kata pria akrab disapa Wahyu, bahwa pihaknya melalui platform ini juga akan menghubungkan petani dengan off takernya, kebutuhan sarpras pertanian, hingga pendanaannya.
“Jadi platform ini cita-citanya untuk mengagregasi seluruh kepentingan dari petani. Tentunya petani pasti akan memetik manfaat itu,” ujarnya.
Begitu pun dengan ketersediaan pupuk juga akan coba dihubungkan melalui platform digital ini. Kendati sebenarnya pupuk saat ini yang menjadi target adalah pupuk non subsidi. Namun, paling tidak ketersediaannya ada.
“Yang nanti kami hubungkan disitu, kebutuhannya apa, nanti akan ada teman-teman pupuk Indonesia yang bisa memonitor supaya yang dibutuhkan pupuk apa, dan ketersediaannya bagaimana,” jelasnya.
Untuk informasi, saat ini SocioForest telah diaplikasikan pada 14 dari 57 KPH Perhutani sebagai tahap awal. Komoditas yang menjadi fokus agroforestry juga beragam, mulai dari Kopi, Padi, Jagung, Rotan, Singkong, dan Tebu. Pelaksanaan dan pengembangan SocioForest juga menggandeng BUMN lainnya seperti PT Perkebunan Nusantara Holding, Perum BULOG, ID FOOD, dan Pupuk Indonesia.
Perhutani membuat Heads of Agreement (HoA) bersama empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai sinergi dalam platform Kemitraan Sosial. Nantinya, semua BUMN yang terlibat dalam HoA Sinergi Platform Kemitraan Sosial ini bertugas dengan perannya masing-masing, mulai dari penyedia bibit tanaman dan pupuk, hingga menjadi pembeli (offtaker) hasil panen Petani.(Nang)